Solusi Penyelesaian Sungai Cipamokolan, Dansektor 22 Undang OPD Terkait

Advertisement

Solusi Penyelesaian Sungai Cipamokolan, Dansektor 22 Undang OPD Terkait

60 MENIT
Selasa, 10 September 2019

60Menit.co.id - Dansektor 22 (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik) memimpin Rapat Gabungan Para OPD Kotq Bandung, terkait Rusaknya Sungai Cipamokolan. 

60MENIT.CO.ID, Bandung - Satgas Citarum Harum Dansektor 22 melaksanakan rapat gabungan antara Satgas bersama OPD Pemerintahan, terkait kepedulian masyrakat terhadap lingkungan dan sungai terkait rusaknya Sungai Cipamokolan di Kota Bandung.

OPD Kota Bandung yang diunadang, DPU, DPKP3, DLHK,  Ketua DPRD, BBWS, Camat Rancasari, Bapellitbang, Direktur Pabrik Gran Tex, Direktur Pabrik Prin Tex, Lurah Derwati, kelompok Tani Cipamokolan dan semua Dansub yang ada di sektor 22, Regol, Selasa (10/09/2019).

Dansektor 22 Citarum Harum (Kol.  Inf. Asep Rahman Taufik) memaparkan:

Pemeliharaan kebersihan sungai yang ada di Kota Bandung, satgas berupaya dengan pemasangan jaring ditiap sungai, dengan harapan para penghadir bisa memberikan solusi yang lain.

Pencemaran sungai baik limbah kimia utamanya limbah domestik yang belum terkolola oleh Ipal Komunal, sehingga air berbusa, berwarna gelap dan bau, artinya air tersebut mengandung Kostik Tinggi, terbukti di Sungai Cipamokolan.

Pencemaran dari tinja masih kuat mengisi tiap sungai yang ada Di Kota Bandung, terakibat dari padatnya penduduk yang mendiami hunian bantaran sungai dengan profesi yang tidak meyakinkan sehingga tidak memiliki jamban sehat maka tinja dibuang langsung ke sungai.

Sungaipun menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, karena sulitnya jangkauan kendaraan pengaruh padatnya hunian penduduk meyebankan terhambatnya akses alat berat masuk ke sungai.

Agus Andi (Plt. Ketua Dprd) akan konsen pada permaslahan lingkungan yang sedang viral yaitu kotornya sungai cipamokolan, sehingga perlu perhatian yang baik dan benar dari pemerintah.

"Mindset masyarakat perlu adanya sosialisasi yang massive, sebagia upaya pengembalian bersihnya sungai" ucap Agus Andi

Kadis DPU (Ir. Didi Ruswandi, M.T.), memaparkan Keberadaan sungai sungai merupakan Potret Peradaban Kota, maka akan tercermin sebuah peradaban sebuah daerah dari kondisi sungainya. 

"Solusi pembersihan sungai dengan alat Produck Jepang, Bio Cord = Rumah Bakteri sebagai alat untuk penjernih air, ini salah satu Upaya penjernihan air sungai perlu dibangunnya bangunan air yaitu IPAL yang dibangun di wilayah bantaran sungai, dengan menggunakan bio cord, akan di coba sebagai proyek percobaan di Sungai Babakan irigasi" tutup Didi. 

60Menit.co.id
Pada kesempatan yang sama, Yayat dari BBWS, tentang Sungai Cipamokolan, setelah diselidiki bahwa 1 meter kebawah sudah mengandung limbah yang menahun, baik domestik maupun kimia. (Cikapundung kolot, oli, cikapundung) sungai2 ini merupakan fenomena puluhan tahun kebelakang. "Maka upaya kedepan dengan melakukan pengerukan sungai" katanya

Yayat lebih banyak menerapkan solusi terbaik untuk kebersihan sungai, yang membuat paten tugas tiap dansub untuk mempetakan sungai yang rawan limbah, baik domestik maupun kimia, hal ini akan memudahkan tindakan penyelesaian. 

Dari Dinas Lingkungan Hidup, Rissa memaparkan tindakan upaya pembersihan ini yang sudah dilakukan dengan adanya peogram Kang Pisman, yang sudah kolaborasi denga para pihak.

Hal lain, tentang permasalahan Sungai Citarum disampaikan oleh Lurah Derwati (Safa'at), "Permasalahan Sungai Citarum jangan dibandingkan dengan kebersihan sungai yang ada di luar negri, tetapi maslahan rusaknya Sungai Citarum sangat terpengaruh oleh kemiskinan Masyarakatnya" ujarnya

(Zho-Jpch)