Naiknya Peringkat Utang Saham FREN Ikut Naik 6% & Jawara Top Gainers

Advertisement

Naiknya Peringkat Utang Saham FREN Ikut Naik 6% & Jawara Top Gainers

60 MENIT
Kamis, 19 September 2019

60Menit.co.id - Poto Smart Fren Net

60MENIT.CO.ID, Jakarta - Pada penutupan perdagangan hari ini (19/9/2019), saham emiten telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berhasil menduduki jajaran top gainers dengan mencatatkan penguatan sebesar 5,84% ke level Rp 163/unit saham. Ini merupakan harga saham tertinggi sejak 21 Agustus 2019.

Hingga akhir perdagangan, saham FREN membukukan total nilai transaksi senilai Rp 52,34 miliar dengan volume perdagangan menyentuh 328,06 juta unit, 2 kali lipat lebih besar dibandingkan volume transaksi harian yang ada di 159,37 juta unit.

Terlebih lagi, investor asing juga turut membukukan aksi beli bersih (Net Foreign Buy) dengan perolehan sebesar Rp 3,62 miliar.

Katalis positif yang mendongkrak harga saham FREN hari ini adalah dinaikkannya peringkat utang perusahaan dari 'CCC' menjadi 'CCC+' oleh lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings.

Dalam laporannya Fitch tanggal 18 September 2019, kenaikan peringkat utang FREN disebabkan ekspektasi bahwa perusahaan dapat menjaga kemampuan membayar beban bunga didukung oleh pertumbuhan profit yang kuat.

Lebih lanjut, Fitch menekankan bahwa pertumbuhan arus kas perusahaan masih cenderung lemah ke depannya dikarenakan tingginya persaingan di industri telekomunikasi.

"Namun, profil kredit Smartfren tetap dibatasi oleh arus kas yang masih lemah, yang menyebabkan ketidakmampuan untuk membiayai operasinya tanpa pendanaan eksternal yang bersifat ekuitas," ujar Salman Alamsyah, Associate Director Fitch Ratings Indonesia dalam rilisnya, Rabu kemarin (19/9/19).

Belum lagi, basis pelanggan dan jangkauan jaringan FREN yang secara signifikan jauh lebih kecil dibandingkan tiga pemain besar, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Penambahan basis pelanggan secara berkelanjutan akan bergantung pada kemampuan perusahaan atas investasi untuk memperkuat infrastruktur 4G. Untuk diketahui, FREN adalah satu-satunya operator telekomunikasi di Indonesia yang seluruh spektrumnya fokus pada layanan 4G LTE.

Sebagai informasi, pada paruh pertama 2019, FREN masih membukukan kerugian sebesar Rp 1,07 triliun. Namun, nilai tersebut lebih rendah dibandingkan semester I-2018 yang menorehkan kerugian sebesar Rp 1,65 triliun.

Sementara itu, total pendapatan usaha FREN tumbuh dua digit, yakni mencapai 19,17% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada semester I-2019, perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 3,03 triliun dari sebelumnya Rp 2,54 triliun pada semester I-2018.

(*/CNBC Indonesia)