Meningkatkan SDM Logistik STIMLOG Mou Dengan Kuehne Foundation

Advertisement

Meningkatkan SDM Logistik STIMLOG Mou Dengan Kuehne Foundation

60 MENIT
Kamis, 28 November 2019

60Menit.com - Penanda tanganan Kerjasama STIMLOG dengan Kuehne Fondation, Bandung, Kamis (28/11/2019)
60MENIT.COM, Bandung ☐ Sekolah Tinggi Manajemen Logistik (STIMLOG) menandatangani kerjasama yang saling menguntungkan dengan Kuehne Foundation dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia dibidang logistik untuk menjadi tenaga profesional logistik, diruang rapat 208, Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI)  jl. Sariasih No. 54, Rabu (27/11/2019).

Kuehne Foundation sebuah yayasan nir-laba yang didirikan oleh keluarga Klaus-Michael Kuehne pada tahun 1976 di Swiss merupakan yayasan independen menetapkan minat dan prioritas utamanya dalam pendanaan jangka panjang dibidang Logistik, Perdagangan Bebas, Kesehatan dan Kebudayaan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan sosial global.

Sedangkan STIMLOG sebagai sekolah tinggi pertama di Indonesia yang berfokus pada ilmu logistik dan supply chain management (SCM) mengemban visi dan misi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, juga sebagai kawah candradimuka penghasil sumber daya manusia unggul dibidang logistik dan SCM  dan profesional logistik dan SCM,  menyambut baik kerjasama dengan Kuehne Foundation yang juga mempunyai tujuan sama yakni menyediakan pasar tenaga kerja lokal dengan profesional logistik yang sangat dibutuhkan bagi ekonomi modern.

60Menit.com
Ketua YPBPI, Harianto sangat mendukung kerjasama antara STIMLOG dan Kuehne Foundation," Suatu hal yang penting sekali dan menjadi target bagi STIMLOG bila hendak menjadi lembaga pendidikan berskala internasional, harus memiliki koneksi atau jaringan kerjasama dengan pihak luar negeri. Hal tersebut telah terwujud baik dengan lembaga pendidikan maupun dengan yayasan yang bersifat nir-laba dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya dibidang logistik, sehingga STIMLOG akan menjadi penghasil tenaga-tenaga terdidik dibidang logistik dan profesional-profesional logistik dalam menghadapi tantangan pasar global".

Dalam ramah tamahnya, DR. Andre Kreie, Director Global Logistic Education mengatakan,"Kuehne Foundation yang merupakan milik perusahaan logistik terbesar didunia, yakni Kuehne + Nagel Group memiliki reputasi Logistics Performance Indeks (LPI) terbaik di Eropa sangat tergugah untuk bekerjasama dengan berbagai pihak baik di Afrika maupun di Asia dibidang yang diprioritaskan oleh yayasan, khususnya mengenai logistik".

"Salah satu kerjasamanya dengan lembaga pendidikan lokal yang ada di Indonesia, yaitu STIMLOG lembaga pendidikan yang fokus dibidang logistik dan manajemen rantai pasok yang terjadi saat ini di pagi hari ini,"jelas Andre Kreie

Dalam kerjasama ini, lanjut Andre Kreie, tidak menutup kemungkinan bukan hanya soal pendanaan namun bisa membantu dalam desain, implementasi dan konsep program studi dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasokan. Hal tersebut dapat mencakup pengembangan kurikulum, kursus pelatihan-pelatih logistik, kunjungan lapangan, partisipasi dalam konferensi, peluang pendidikan lanjutan serta kegiatan lainnya. Selain itu, Kuehne Foundation mendukung pendidikan lanjutan bagi para profesional dan staf pengajar.

Sejauh ini STIMLOG memiliki 2 program studi yaitu prodi Manajemen Logistik dan Manajemen Transportasi. 2 prodi baru yang akan diselenggarakan adalah prodi Teknik Logistik dan Teknik Bisnis Digital.  Kerjasama ini akan sangat membantu STIMLOG dalam menguatkan prodi yang ada dan prodi baru yaitu Teknik Logistik dan Teknik Bisnis Digital. Hal ini akan mempercepat STIMLOG mewujudkan cita"nya yaitu menjadi Centre of  Excellence in Logistics and Supply Chain Management, ujar Rachmawati Wangsaputra, Ketua STIMLOG. 

"Seperti yang disampaikan oleh Founder kami, Klaus-Michael Kuehne pernah mengatakan bahwa "Proses logistik sangat penting untuk pembagian kerja di dunia modern. Menguasai proses ini adalah kompetensi inti". Sehingga bagi bidang logistik, memiliki indeks performa yang baik menunjukkan bahwa arus barang baik eksport dan import dapat berjalan dengan baik,"kata Andre Kreire.

(**)