Festival Kopi Garut Resmi Ditutup Walau Hujan Turun

Advertisement Adsense

Festival Kopi Garut Resmi Ditutup Walau Hujan Turun

Wak Puji
Selasa, 10 Desember 2019

Bupati Garut Rudy Gunawan menutup Festival Kopi Kabupaten Garut ”Wancina Ngopi Suruput Kopi Garut” Tahun 2019


60MENIT.CO.ID, Garut – Penutupan Festival Kopi Garut yang digelar di Pendopo sekalipun diguyur hujan, tetapi begitu nampak meriah. Bahkan bupati Garut Rudy Gunawan yang menutup acara tersebut terlihat antusias, ia mengatakan di tahun 2020 Pemerintah merencanakan akan mengadakan acara semacam tersebut sebulan sekali, agar bisa lebih menggali potensi yang ada di kabupaten Garut. Tentunya, selain kopi jenis kuliner lainpun akan dikembangkan dan akan menjadi prioritas.

”Acara festival kopi Garut ini merupakan suatu usaha pemerintah bagi para petani agar dapat memperkenalkan produk hasil olahannya supaya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik warga Garut maupun luar daerah. Insya Allah tahun depan pemerintah akan menggelar sebulan sekali festival kopi seperti ini”, katanya.

Festival kopi Garut yang digelar tanggal 7-8 ini terselenggara atas dukungan dari berbagai stakeholder diantaranya Asosiasi Pengusaha Kopi (APEKI) kabupaten Garut serta bank bjb Cabang Garut. Kata bupati, pada tahun 2020 kabupaten Garut juga mendapat undangan kehormatan untuk mengikuti pameran internasional di Dhubai UEA, diantaranya produk yang akan dipamerkan oleh kabupaten Garut yakni kopi Garut, salah satu pilihan yang bisa dijadikan bagian dari ekspor ke luar negeri.

“Kegiatan ini diharapkan pula para petani juga bisa lebih meningkatkan bukan hanya menjual cherry, tetapi bisa mengolah dan mengemas sehingga dengan pengemasan itu bisa meningkatkan harga jual kopi itu sendiri”, pungkasnya.

Sementara menurut Ardy Firdian, S.Hut., M.Si selaku ketua pelaksana mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan kopi Garut kepada seluruh lapisan masyarakat lokal juga luar daerah, serta mampu menciptakan jaringan antara petani dengan kalangan industri, supaya kopi yang ada di kabupaten Garut benar-benar menjadi kopi yang bisa meningkatkan kesejahteraan bagi para petani kopi.
Demi mencapai tujuan pada acara ini, pihak panitia sengaja menghadirkan para budayawan dan seniman Garut juga luar daerah untuk ikut memeriahkan acara, selain seni tradisional musik band yang membuat para pengunjung semakin larut dalam menikmati suasana dan nikmatnya nyuruput kopi Garut. 

Dihadirkan pula kang Budi Dalton seorang musisi sekaligus budayawan yang juga sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Seni Indonesia yang mampu membuat suasana semakin semarak dalam sesi acara Talk Shownya.

“Malahan dalam dua hari acara ini terselenggara, ada beberapa buyer yang sudah melakukan penjajakan dengan beberapa petani yang menjadi produsen kopi di boothnya masing-masing. Mudah-mudahan penjajakan tersebut dapat berlanjut pada proses transaksi bisnis yang berkelanjutan, sehingga saya meyakini acara ini akan mampu mendongkrak nilai jual kopi Garut”, ujar Ardi.


Seperti diutarakan kepala Dinas Pertanian Pemkab Garut Beni Yoga di acara penutupan, festival kopi Garut ini menjadi perhelatan yang sangat penting untuk memperkenalkan Kopi Garut secara luas. Festival kopi Garut dengan tema ”Wancina Ngopi Suruput Kopi Garut” akan menjadi momen penting untuk kebangkitan kopi asli Garut.

“Tujuan festival kopi Garut ini adalah untuk memperkenalkan kopi Garut kepada masyarakat Garut maupun luar Garut bahkan masyarakat Internasional, agar kopi tidak hanya sebatas menjadi usaha pertanian melainkan dapat pula menjadi sebuah industri besar. Ucapan terimakasih sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya untuk bank bjb yang turut serta mensuport suksesnya penyelenggaraan acara ini”,  jelas Beni. (Djie)