PD PARMUSI GARUT TOLAK PEMBANGUNAN BATHESDA DI JALAN SUDIRMAN GARUT

Advertisement Adsense

PD PARMUSI GARUT TOLAK PEMBANGUNAN BATHESDA DI JALAN SUDIRMAN GARUT

Wak Puji
Sabtu, 21 Desember 2019


60menit.co.id, Garut - Pengurus Daerah Persaudaraan Muslim Indonesia (PD Parmusi) Kabupaten Garut, menolak keras terhadap rencana pendirian rumah sakit Bethesda jalan Sudirman, (samping SPBU copong), Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat.

Ketua PD Parmusi Garut, Dedi Kurniawan saat dikonfirmasi melalui selularnya, menyatakan pihaknya menolak terhadap rencana pembangunan rumah sakit bethesda dengan pertimbangan, hal tersebut melanggar UU no 41 tahun 2009, tentang LP2B, sementara ijin pendirian Bethesda di terbitkan tahun 2014. Sabtu (21/12).

Kalaupun berdalih karena Garut punya Perda LP2B, tapi lahir Perda tersebut baru tahun 2016, artinya sebelum ada Perda LP2B yang mengatur zonasi LP2B, maka yang berlaku adalah UU LP2B nomor 41 tahun 2009”, tegasnya.

Dedi juga mempertanhakan ijin gangguan/ijin warga yang mereka kantongi berasal dari warga kelurahan kota wetan dan kelurahan ciwalen sedangkan pembangunan Gedung tersebut rencananya di jalan Sudirman, kecamatan karangpawitan.

Ini kan aneh, sementara ijin warga dari warga Garut kota, lokasi pembamgunan di Kecamatan Karangpawitan, ini adalah kecerobohan Pemda, maka dari itu kami tidak akan pernah berhenti menolak pembangunan Rumah Sakit tersebut”, ungkapnya.

Dedi juga menyebutkan terkadang intansi milik agama tertentu patut diduga dijadikan misi terselubung dalam rangka kristenisasi, dirinya mencontohkan banyak rumah- rumah ibadah selama ini yang diduga membujuk warga, mengiming- imingi, bahkan mengintimidasi umat islam untuk murtadz mengikuti agama mereka.


Sekarang saja perijinan nya diragukan ke akuratannya sebab banyak yang bertententangan dengan azas dan prinsip hukum, sekalipun sudah mengantongi ijin resmi, tetap mereka harus tanda tangani surat pernyataan untuk tidak menyalahgunakan rumah sakit tersebut menjadi ajang misionaris terselubung di hadapan ormas-ormas Islam Garut”, pungkasnya. (Djie)