BUPATI GARUT DALAM AMANATNYA HARUS BERHATI-HATI DALAM BULAN PEBRUARI MARET AKAN HUJAN INTENSITAS TINGGI

Advertisement Adsense

BUPATI GARUT DALAM AMANATNYA HARUS BERHATI-HATI DALAM BULAN PEBRUARI MARET AKAN HUJAN INTENSITAS TINGGI

Wak Puji
Rabu, 15 Januari 2020


60menit.co.id, Garut – Apel siaga penanggulangan bencana alam tingkat Kabupaten Garut tahun 2020, digelar di lapangan Otista Alun-alun Garut, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (15/01). Hadir Bupati Garut H Rudy Gunawan SH MH MP, Dandim 0611 Garut Letkol Inf Erwin Agung TWA ST MTr (HAN), Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah SIK MIK, Ketua DPRD Garut Hj Euis Ida Wartiah, Dandenpom III/2 Garut Letkol CPM Yulius Amra, jajaran TNI dari Yon 303, 301 dan Kodim, Polres Garut, Basarnas, BPBD, Polhut, Tagana, Saka Bhayangkara, Dishub, Dinas Damkar, Mitra Polri, Ormas PP, FKPPI, KBPP dan tamu undangan lainnya.

Bupati Garut H Rudy Gunawan SH MH MP, usai apel mengatakan, sudah bertemu dengan Kepala BMKG yang menyampaikan informasi, hati-hati di bulan Pebruari dan Maret akan terjadi curah hujan yang sangat besar.

Curah hujan ini terbesar dalam limapuluh atau enampuluh tahun kebelakang, nah kalau curah hujan kita sekitar 200 mili liter, ini akan terjadi seperti di Cimanuk kemarin. Cimanuk kemarin kan 135 mili liter, kalau lebih dari itu kita harus sangat waspada,” ujar Rudy.

Untuk pemetaan dan tindakan preventifnya, lanjut Rudy, sekarang ini tersedia posko dan diatur managementnya bagaimana penanggulangan kebencanaan ini diatur dengan baik.

Misalnya jika terjadi bencana, yang perioritas adalah penyelamatan orangnya dulu, setelah itu baru harta bendanya,” jelas Rudy.

Rudy juga menjelaskan, untuk kebutuhan-kebutuhannya semuanya sudah dirinci, TNI-Polri Profesional ditambah Basarnas juga BPBD, bagaimana melakukan langkah-langkah penyelamatan jiwa ini menjadi yang utama.


Untuk anggaran tanggap darurat di Dinas-dinas sudah ada. Seperti tersedia 100 ton beras juga susu untuk bayi dan sebagainya, ini juga bantuan dari beberapa perbankan dan para agnia,” pungkasnya. (Djie)