Perangi Stiunting, Forum Bandung Sehat Kolaborasi Hellen Keller International

Advertisement Adsense

Perangi Stiunting, Forum Bandung Sehat Kolaborasi Hellen Keller International

60 MENIT
Sabtu, 18 Januari 2020

60Menit.co.id - KETUA Forum Bandung Sehat, Siti Muntamah dan Acting Country Director Hellen Keller International, Pendopo Pemkot Bandung, Jumat (17/01/2020).
60MENIT.CO.ID, Bandung ☐ Ketua Forum Bandung Sehat, Siti Muntamah dan Acting Country Director Hellen Keller International, Gwyneth Cotes menandatangani kerja sama antara Forum Bandung Sehat dan Hellen Keller Internasional untuk memerangi stunting. Kerja sama ditandatangani di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Jumat (17/1/2020).*

HumasBandung- Forum Bandung Sehat (FBS) resmi menjalin kerja sama dengan Hellen Keller Internasional untuk memerangi stunting di Kota Bandung. Kedua lembaga yang peduli akan kesehatan ibu dan bayi ini akan bersinergi menolkan angka stunting di seluruh wilayah melalui penandatanganan kesepakatan bersama di Pendopo Kota Bandung, Jumat (17/1/2020).

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua FBS, Siti Muntamah Danial dan Acting Country Director Hellen Keller International, Gwyneth Cotes. Hellen Keller merupakan mitra FBS untuk memastikan program pemberian nutrisi bagi bayi dan balita berjalan dengan optimal.

“Hellen Keller internasional itu memiliki komitmen keterkaitan dengan stunting, terutama keterkaitan dengan makanan dan nutrisi. Selama ini mendampingi FBS dan sudah berjejaring sedemikian rupa,” ungkap Siti usai menandatangani perjanjian itu.

“Ini merupakan bagian perpanjangan dari program Pak Wali (Wali Kota Bandung) untuk menghadirkan ASI berkualitas demi SDM yang unggul. Tadi diuraikan bahwa salah satu isu nasional yang juga terkenal yaitu tentang stunting,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ini angka stunting di Kota Bandung 6,9%, lebih lebih kecil ketimbang hasil pendataan sebelumnya. Meskipun begitu, ia tidak ingin lengah dan akan terus menekan angka stunting di Kota Bandung.

“Setelah ditelisik, meski pun dari survei nasional stunting Kota Bandung 25, 8% tapi secara kenyataan dari bulan penimbangan balita itu kita hanya 6,9% ternyata yang rawan stunting. Jadi sangat sedikit. Tapi tentu saja bukan berarti kemudian kita lengah,” ungkapnya.

Perjanjian kerja sama ini merupakan langkah konkret Kota Bandung untuk bersinergi dengan berbagai pihak guna mencapai tujuan itu. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan pemberian ASI eksklusif.

“Pada hari ini MoU ini menegaskan kembali dan memastikan pertama adalah pemberian ASI eksklusif kepada seluruh bayi-bayi di Kota Bandung. Lima sampai enam bulan (ASI-red) itu wajib diberikan, karena hasil survei terakhir baru 45% perempuan Kota Bandung yang menyusui yang memberikan ASI kepada kepada bayi,” ungkap Siti.

Pemberian ASI eksklusif ini penting untuk memastikan bayi memiliki gizi yang cukup pada 1000 hari pertamanya. “Yang namanya stunting itu menyelamatkan 1000 hari pertama. Jika ini tidak dipenuhi dengan baik maka akan susah kita untuk berintervensi tumbuh kembang otak itu,” imbuh Siti.

Selain itu, pihaknya juga akan mengedukasi kepada ibu dari bayi dan balita untuk tidak memberikan makanan tambahan yang diperlukan kepada anak-anak mereka. Upaya itu juga dilakukan dengan mengurangi iklan-iklan makanan tambahan bayi di area-area tertentu.

“Dengan MoU ini kita akan bersama-sama membatasi makanan tambahan instan kepada anak-anak, apapun bentuknya. Termasuk memberikan satu masukan supaya tidak mengiklankan secara masif di 'store-store" di Kota Bandung,” ujarnya. 

(Eka)