KAMMI KABUPATEN GARUT MENDESAK BAZNAS UNTUK MEMBANTU SARAH BOCAH TANPA ANUS

Advertisement Adsense

KAMMI KABUPATEN GARUT MENDESAK BAZNAS UNTUK MEMBANTU SARAH BOCAH TANPA ANUS

Wak Puji
Minggu, 09 Februari 2020

Riana Abdul Azis, S.Pd Ketua Umum KAMMI Kabupaten Garut

60menit.com, Garut - Masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Garut terbukti dengan adanya kasus bocah malang yang tak punya anus kesulitan untuk mendapatkan biaya operasi.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kabupaten Garut menilai bahwa angka kemiskinan Garut masih berada di atas angka kemiskinan tingkat Provinsi Jawa Barat dan Nasional. 

" Angka kemiskinan Garut berada di kisaran 12,86 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Garut. Ya di sekitar 300 ribuan," kata
Ketua Umum KAMMI Garut Riana Abdul Azis,S.Pd Minggu (09/02/2020).

Menurut Riana, sebagai upaya mengatasi tingginya kemiskinan harusya di Kabupaten Garut ada sinergitas berbagai pihak. Pemerrintah Garut harus lebih cekatan lagi dalam mengatasi kemiskinan, jangan sampai yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin. Solusinya salah satunya dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut," kata Riana. 

Sebab zakat selain kewajiban bagi umat muslim, juga merupakan salah satu instrumen pengentasan kemiskinan. Bahkan terdapat aturan soal zakat di UU No 39 Tahun 1999, yang kemudian disempurnakan kembali melalui UU. No.23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Sehingga diharapkan lembaga amil zakat dapat bekerja profesional dalam membantu pengentasan kemiskinan," jelasnya.

Ketua Departemen Sosmaas KAMMI Garut, Hariman S.Pd, mengatakan, ujian yang dialami Sarah bocah tanpa anus mustinya di situlah kehadiran basnaz diperlukan.

Sebagaimana diketahui, Sarah adalah anak dari pasangan Rian Maulana dan siti Aisyah warga Kampung Keramat Kaler, Desa Tanggulun, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Saat ini, keluarga miskin itu tengaj berjuang mencari biaya untuk operasi Sarah. 

"Peran zakat sangat strategis dan berpengaruh secara signifikan terhadap pembangunan daerah apabila diatur dan dikelola dengan baik dan profesional oleh pengurus Baznas itu sendiri. Serta didukung melalui regulasi dan perangkat yang terus menerus diberikan oleh pemerintah daerah," katanya.

Baznas Garut kata Hariman, mempunyai berbagai program guna membantu masyarakat Garut seperti pembangunan rumah tidak layak huni, santunan kepada siswa miskin yang tidak bisa melanjutkan sekolah dan kuliah dan orang jompo.

Namun selain Baznas, KAMMI Garut juga meminta lembaga lain ikut membantu memberi solusi dari angka kemiskinaan di Garut terutam pemerintah Kabupaten Garut dalam pengentasan kemiskinan. 

"Bukan hanya meminta uang zakatnya saja, tapi bagaimana membantu uang  zakat itu berguna bagi masyarakat," katanya.

"KAMMI mendesak baznas agar segera memberi bantuan kepada masyarakat Garut seperti pembangunan rumah tidak layak huni, santunan kepada siswa miskin dan orang jompo
dan bantuan terkhusus kepada Sarah Octavia Slamer," pungkasnya. (Djie)