PEMKAB GARUT BANTU 42 KENDARAAN UNTUK OPERASIONAL MUI KECAMATAN DI KABUPATEN GARUT

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

PEMKAB GARUT BANTU 42 KENDARAAN UNTUK OPERASIONAL MUI KECAMATAN DI KABUPATEN GARUT

Wak Puji
Selasa, 25 Februari 2020



60menit.com, Garut - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyerahkan kendaraan roda dua yang diperuntukan sebagai kendaraan operasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan.

Ada 42 MUI tingkat kecamatan yang menerima kendaraan operasional tersebut yang mana secara simbolis diserahkan oleh Ketua MUI Kabupaten Garut kepada perwakilan MUI tingkat kecamatan, Selasa (25/02/2020) bertempat di halaman Kantor MUI Kabupaten Garut, Jalan Otista, Garut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Aji Sekarmaji mewakili Bupati Garut mengatakan pembagian kendaraan operasional kepada MUI kecamatan, diharapkan bisa meningkatkan kinerja MUI dalam rangka mendukung program pemerintah.

“Kendaraan ini sangat dibutuhkan oleh MUI tingkat kecamatan, untuk mendorong kinerja MUI dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat,” katanya.
Dijelaskannya, pada tahun sebelumnya Pemkab Garut juga sudah lebih dahulu memberikan bantuan kendaraan yang sama kepada MUI di tingkat desa.

“Dari 421 desa yang ada, tinggal 37 desa lagi di 5 kecamatan yang belum kebagian, Insyaallah tahun ini diberikan. Untuk kelurahan akan segera diajukan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Garut, KH. Sirojul Munir menyebutkan motor-motor itu merupakan bantuan APBD untuk MUI Kabupaten Gaut, yang dipinjampakaikan kepada MUI kecamatan.

“Bantuan APBD nya untuk MUI kabupaten, tetapi kami ada kesepakatan dengan Pak Bupati yakni dibelikannya kendaraan motor untuk MUI kecamatan, yang sifatnya hak guna pakai. Jadi kendaraan ini, masuk aset MUI kabupaten,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kendaraan operasional tersebut sangat dibutuhkan oleh MUI di kecamatan. Bahkan tahun depan, Ia akan mengusulkan kendaraan roda empat sebagai kendaraan operasionalnya.

“Zaman Rosululloh, kendaraan untuk dakwah adalah binatang berkaki empat, makanya sekarang harus dengan kemdaraan roda empat, supaya nyunah. Untuk itu saya sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati,” pungkasnya. (Djie)