Sektor 22 Sub 04, Momentum HPSN Diisi Pembersihan Sungai

Advertisement Adsense

Sektor 22 Sub 04, Momentum HPSN Diisi Pembersihan Sungai

60 MENIT
Jumat, 21 Februari 2020

60Menit.com - Sub 04 sektor 22 peringati HPSN melakukan pembersihan Sungai Cikapundung diwilayah Rw 08 kelurahan Burangrang, Jumat (21/02/2020)

60MENIT.CO.ID, Bandung ☐ 15 tahun yang lalu tepatnya 21 Februari 2005 terjadi musibah setelah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Leuwigajah Cimahi longsor. Akibatnya, 147 orang meninggal dunia.

Momen tersebut dijadikan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) untuk menjadi pengingat dan titik awal komitmen secara nasional agar pengelolaan sampah lebih berwawasan lingkungan, peringatan ini supaya tidak terulang kembali.

Sektor 22 Sub 4 yang dipimpin Sertu Agus Tardiman, turut melakukan kegiatan pembersihan lingkungan dengan membersihkan Sungai Cikapundung diwilayah Rw 08 kelurahan burangrang kecamatan lengkong, Kota bandung.

Dansub 4 Sertu Agus Tardiman mengatakan, kegiatan tersebut perlu dilakukan pihaknya mengingat peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup, dan merasa bertanggung jawab dan berkepentingan untuk melakukan upaya-upaya peningkatan kualitas air sungai di wilayahnya.

"Upaya-upaya peningkatan kualitas air sungai sudah sangat diperlukan, salah satunya dengan berhenti membuang sampah dan limbah ke sungai". ucap Sertu Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Jum'at  (21/2/2020).

Karenanya dalam kegiatan Bebersih Kali ini, Dansub 4 Sektor 22 Sertu Agus Tardiman memimpin langsung Pembersihan sampah di sungai sepanjang 200 Meter.

“Seluruh personil terjun ke sungai dan berhasil mengangkat berkarung-karung sampah. Tadi sampai 400kg dari hasil sampah di sungai Cikapundung yang mayoritas sampah tersebut terdiri dari plastik dan limbah rumah tangga.". ungkapnya.

Sementara itu, dalam rangkaian HPSN tahun ini Sektor 22 Sub 4 juga membimbing anak - anak PAUD Serumpun Bambu Rw 01 kelurahan pasirluyu kecamatan regol melaksanakan Gerakan Pungut Sampah (GPS). Selain itu, dilanjutkan dengan pengenalan Lodong Sampah Sesa Dapur (Loseda). 

Menurutnya, Langkah ini perlu dilakukan kepada anak - anak sejak dini, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Hal ini dilakukan untuk mengedukasi pada generasi muda dengan harapan terapan ini bisa menjalar pada keluarganya dan dilingkungan tempat mereka tinggal". Tutur Agus.

Selanjutnya, Diah Mardiana SS selaku koordinator PAUD Serumpun Bambu mengatakan, " Bahwa anak anak selalu dibimbing untuk mencintai lingkungan yang bersih dan sehat". Katanya.

(***)