DIDUGA CORONA DIRUJUK KE RSHS BANDUNG DAN SATU ORANG WNA LAKUKAN MCU

Advertisement Adsense

DIDUGA CORONA DIRUJUK KE RSHS BANDUNG DAN SATU ORANG WNA LAKUKAN MCU

Wak Puji
Senin, 09 Maret 2020

Ricky Rizki Darajat SH., M. Si. Kabid Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Garut


60menit.com, Garut - Banyak media yang memberitakan tentang seorang yang diduga terinfeksi virus Corona, lelaki berumur 42 tahun masuk ruang isolasi virus corona RSUD dr. Slamet Garut, pasien tersebut merupakan rujukan dari salah satu klinik di Garut.

Keterangan yang didapat dari Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Informatika dan Komunikasi (Diskominfo) Kabupaten yang di tunjuk sebagai juru bicara Penanganan Covid- 19 di Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat SH., M. Si. membenarkan akan hal tersebut.
Menurut Ricky pasien tersebut dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan sudah ditangani oleh tim dokter RSUD dr. Slamet yang telah dipersiapkan Pemkab, didapati dari mulai klinik, aspek penilaian, riwayat kontak, perjalanan, dan klinis masuk kategori PDP Corona

“Kedatangan pasien pada akhir februari 2020, dari Macau, ke Indonesia dan tanggal 7 Maret 2020 mengeluhkan demam, batuk, dan sesak nafas seharian, namun untuk lebih meningkatkan penanganan dan pemeriksaan secara intensif, pasien pun dirujuk ke RSHS Bandung, pada malam hari itu juga” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler nya, Senin (09/03).

Ricky juga menjelaskan, sampel SWAB, Naso dan Oropharing yang dilakukan di RSHS Bandung kemudian dikirim ke Litbangkes, Kementerian Kesehatan. Namun pihaknya sendiri belum tahu siapa saja yang sudah melakukan kontak dengan pasien.

Ricky juga menginformasikan jika pihaknya juga tengah menangani salah seorang WNA, yang bekerja sebagai konsultan Perusahan Asing yang dikhawatirkan terpapar virus corona karena riwayat perjalanan nya.

“Namun WNA tersebut setelah tiba di bandara Sukarno-Hatta telah diperiksa oleh Kantor Kesehatan otoritas bandara itu dan diberikan kartu Healt Alert Card (HAC) dan dinyatakan sehat, lalu meneruskan perjalanan ke Garut”, jelasnya.

Sesampainya di Garut, beberapa hari kemudian WNA tersebut bekerja lagi seperti biasa dan mendapat pemeriksaan langsung oleh dokter perusahaan dan dinyatakan sehat , akan tetapi ada permintaan dari sebagian masyarakat yang khawatir jika melihat riwayat perjalannya.

“Permintaan masyarakat kita maklumi ketika si WNA itu harus diperiksa ulang, dan hari ini Alhamdulillah, barusan dengan kesadaran sendiri diantar oleh Dinas Kesehatan juga oleh dokter perusahaan, WNA tersebut menjalani pemeriksaan, dan hasilnya akan diketahui tiga hari ke depan”, pungkas Ricky. (Djie)