DIMATA PERHIMPUNAN MATA JABAR NILAI KETUA DPRD GARUT TIDAK CAKAP

Advertisement Adsense

DIMATA PERHIMPUNAN MATA JABAR NILAI KETUA DPRD GARUT TIDAK CAKAP

Wak Puji
Kamis, 19 Maret 2020


60menit.com, Garut - Ketua Perhimpunan Masyarakat Transparansi Jawa Barat, Iyep S Arrasyid, menilai Ketua DPRD Kabupaten Garut, Euis Ida Wartiah tidak memiliki jiwa kepemimpinan dalam menahkodai lembaga wakil rakyat. Terlihat dengan beredarnya surat mosi tidak percaya di beberapa media sosial.

Bahkan selain adanya surat mosi tidak percaya yang diduga dan di gagas oleh sebagaian anggota DPRD Garut, ketidakcakapan Euis Ida Wartiah, sangat dirasakan oleh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya ke DPRD Garut.

 "Sebagai wakil rakyat sudah semestinya selalu mendengarkan aspirasi masyarakat, namun seringkali setiap ada masyarakat yang melayangkan surat untuk beraudiensi dalam rangka menyampaikan aspirasi seringkali dijawab dengan permakluman tanpa dijadwal ulang dengan jelas, hal ini menunjukan ketidakcapakan dan kedunguan seorang pimpinan yang tidak pandai dalam memanajemen semua urusan yang ada dibawah kepemimpinannya, padahal di DPRD Garut itu ada 50 anggota bukan hanya dirinya saja, jadi setiap persoalan bisa dimanaje dengan pembagian tugas kepada anggota yang lain," ujarnya, Kamis (19/3/2020).

Dikatakan Iyep, selain tidak bisa memanajemen kerja DPRD, Euis Ida Wartiah kerap tidak cakap dalam menjalin komunikasi termasuk terlihat kerap berjalan sendiri "Mawa Karep Sorangan".


"Ibu Euis Ida sebagai pimpinan DPRD Garut dinilai tidak informatif terhadap masyarakat Garut, sebagai wakil rakyat seharusnya selalu menginformasikan terkait dengan kinerja pemerintahan, namun sebagai pimpinan DPRD Garut malah bersikap sebaliknya, ketika ada masyarakat yang memohon informasi malah dipersulit dan dihambat, seharusnya tanpa dimintapun harus di informasikan kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawabannya sebagai wakil rakyat," ucapnya.

Bukan hanya masyarakat saja yang merasakan ketidakcakapan dari Ibu Euis Ida Wartiah sebagi pimpinan DPRD Garut, hal ini pun diduga, aku Iyep, dirasakan oleh banyak anggota DPRD dimana mereka menilai bu Euis Ida Wartiah tidak memiliki kemampuan baik secara akademis maupun keterampilan memimpin seperti memimpin rapat, tata cara pengambilan keputusan, cara berkomunikasi dengan masyarakat, berkomunikasi dengan Bupati, dll. Seringkali mawa karep sorangan alias mementingkan diri sendiri.

Atas ketidakcakapan pimpinan DPRD tersebut, kami berharap ada perbaikan supaya tidak dinilai tidak cakap dan dungu oleh masyarakat, dan seandainya tidak bisa mekaukan perbaikan maka kami anjurkan untuk mundur saja sebagai pimpinan DPRD Garut, sebelum masyarakat Garut melayangkan mosi tidak percaya kepada DPRD.

"Kegaduhan-kegaduhan dengan kepemimpinan Euis Ida Wartiah, sudah sangat dirasakan dengan lambatnya dalam menentukan kebijakan. Sehingga sangat wajar jika kinerja DPRD Garut yang kurang lebih baru satu tahun sangat buruk. Banyak persoalan yang belum bisa dituntaskan. Apa kinerjanya, mungkinkah hanya mengejar uang SPPD saja dan memakan gaji buta," tegasnya.

Terkait hal tersebut Ketua DPRD Garut, Euis Ida Wartiah, saat dihubungi melalui ponselnya tidak memberikan jawaban. Termasuk saat dikonfirmasi ke kantornya sedang tidak ada ditempat.

Surat mosi tidak percaya beredar di beberapa media sosial disaat Kejaksaan Negeri Garut kembali memulai babak baru pemeriksaan dugaan korupsi BOP dan Pokir DPRD Garut periode 2014-2019. Sedikitnya, hari ini ada beberapa pejabat Setwan DPRD Garut menjalani pemeriksaan.(Djie)