KAPOLRES GARUT DAN DANDIM 0611 GARUT HADIRI UNJUK RASA PENOLAKAN PROYEK JALAN POROS TENGAH

Advertisement Adsense

KAPOLRES GARUT DAN DANDIM 0611 GARUT HADIRI UNJUK RASA PENOLAKAN PROYEK JALAN POROS TENGAH

Wak Puji
Selasa, 03 Maret 2020


60menit.com, Garut - Aksi penolakan terhadap potensi kerusakan alam dan ekosistem pada rencana pembangunan jalan poros tengah Cilawu – Banjarwangi, Kabupaten Garut yang tidak menempuh prosedur perijinan pinjam pakai hutan dan kajian analisa mengenai dampak lingkungan (amdal), dilakukan di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa (3/3/20).

Ada hal unik dalam aksi tersebut saat para pengunjuk rasa menyanyikan lagu bongkar dan lagu lingkungan disela – sela aksi.

Konsorsium yang dikoordinir Aa Usep Ebit Mulyana, mengatakan Fakta kerusakan ekosistem kawasan Gunung Cikuray semakin terlihat dengan adanya alih fungsi kawasan yang semakin luas kebakaran hutan, maraknya illegal logging dan terganggunya habitat satwa satwa yang dilindungi.

Tidak hanya itu, dampak kerusakan ini semakin terasa, hilangnya air mata air perusahaan air bersih kekeringan dan pada musim hujan terasa tingkat erosi semakin meningkat munculnya ancaman banjir bandang serta longsor.

Resiko berikut dari kerusakan ekosistem terjadi penurunan kualitas kehidupan masyarakat baik sekitar kawasan maupun masyarakat secara umum dengan menurunkannya daya dukung air untuk kebutuhan rumah tangga dan areal pertanian saja menurutnya daya dukung menurunnya daya dukung air untuk kebutuhan rumah tangga dan area pertanian saja dapat menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat umum akan menurun belum lagi terjadi peningkatan potensi kerawanan bencana pada daerah sekitar kawasan serta masyarakat sepanjang daerah aliran Sungai Cimanuk Ciwulan.

Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansyah, mengatakan Garut merupakan surganya Jawa Barat, Indonesia serta Dunia karena memiliki pemandangan yang indah serta bersyukur memiliki daerah yang indah di Kabupaten Garut ini.


“Mari sama-sama ciptakan situasi yang kondusif untuk menciptakan Garut yang aman, tertib, damai dan kondusif,” katanya.

Sementara Dandim 0611 Garut Letkol Inf. Erwin Agung Teguh Wilyono, mengatakan Sebuah karya yang di sampaikan melalui orasi, lagu, puisi dalam rangka memperjuangkan Garut ini.

“Saya ingin itu tetap ada di dada kita semua yang tidak boleh ada tergerusnya, Kita sebagai muda ini saat ini tanggung jawab negeri ini ada pada kita,” ungkap Dandim.

Dikatakanya, kita harus memberikan apresiasi apa yang menjadi tuntutan dan keinginan, yaitu membuat Garut menjadi lebih baik dari sebelumnya. (Djie)