Ade Kaca : Jenazah Tanpa SOP Pemkab Garut Kecolongan, Repid Test Satu Kampung Harus Dilakukan

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

Ade Kaca : Jenazah Tanpa SOP Pemkab Garut Kecolongan, Repid Test Satu Kampung Harus Dilakukan

Wak Puji
Selasa, 28 April 2020


60menit.com, Garut - Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Jabar, yang juga anggota Komisi V, Ade Kaca, meradang dengan terjadinya kecolongan jenazah yang terinfeksi corona datang ke Garut tanpa SOP. Pasalnya, lemahnya fungsi koordinasi yang dilakukan Pemkab Garut terkait mewabahnya Corona Virus Disease atau Covid-19 ke setiap daerah.

Hal ini ditegaskan Ade Kaca, Selasa (28/4/2020), setelah mengetahui jenazah yang diduga terpapar Covid-19 dari RS Mayapada Tanggerang ke Kampung Cidahon, Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

“Ini pukulan bagi kami dan lemahnya fungsi koordinasi. Saya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Namun kali ini bukan saatnya saling menyalahkan, tetapi ada hal yang penting yang harus dilakukan Pemda Garut yaitu penanganan pencegahan terhadap keluarga pasien yang membawa pulang jenazah tersebut,” ucap Ade Kaca.

Ia mengaku, setelah kejadian ini, pihaknya meminta daerah yang menjadi kampung alamrhum di seterilkan dan dilakukan repid test. " Penangananya harus cepat secara menyeluruh, jangan sampai orang orang yang melakukan kontak langsung dibiarkan berkeliaran melakukan aktivitas. Yang harus dilakukan oleh Pemda Garut adalah melakukan isolasi, dimana keluarga pasien tinggal. Berikutnya tim penangan Covid 19 Kabupaten Garut harus melakukan rapid test di Kecamatan Pameungpeuk, khususnya di kampung tempat keluarga korban tinggal,” ujarnya.

Ade Kaca meminta Pemkab Garut, harus dilakukan untuk memberikan jaminan dan kepastian bagi keluarga korban meninggal tidak terpapar Covid-19 dan memberikan jaminan rasa aman bagi warga masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk. 

“Ini penting untuk segera dilakukan. Lebih baik melakukan antisipasi daripada muncul korban lebih banyak,” pungkasnya. (Djie)