DPC PDI Perjuangan Garut Bagi-bagi Sahur Dan Sembako Untuk Pejuang Keluarga

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

DPC PDI Perjuangan Garut Bagi-bagi Sahur Dan Sembako Untuk Pejuang Keluarga

Wak Puji
Senin, 27 April 2020


60menit.com, Garut - Bentuk kepedulian dan keprihatinan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut ditengah wabah Covid-19 kembali diperlihatkan dengan menggelar bakti sosial (baksos) memberikan paket sembako dan nasi kotak kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, Senin (27/04/2020) dini hari.

Setelah sebelumnya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut menggelar baksos dengan memberikan santunan sembako, penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, kali ini dengan tag line Sahur On The Road, yang menjadi sasaran baksos yakni para pejuang keluarga yang tetap harus bekerja di jalanan untuk mencari nafkah sampai dini hari.


Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19, dampaknya sangat dirasakan sekali oleh masyarakat kecil.

Baca Juga:  Forkopim Kecamatan Banyuresmi Perketat Arus Hilir Mudik Warga

“Banyak masyarakat yang sudah tidak bekerja. Ada juga yang bekerja serabutan, bahkan diantara mereka ada yang bekerja sampai dini hari hanya untuk mencari sesuap nasi,” ucap Yudha.

Oleh karena itu, terang Yudha, DPC PDI Perjuangan ingin berbagi kebahagian dengan memberikan sembako dan nasi kotak kepada para pejuang keluarga yang bekerja sampai dini hari agar mereka bisa melaksanakan sahur ditengah perjuangannya mencari nafkah.


Yudha menjelaskan ada 100 paket sembako dan 100 paket nasi kotak yang diberikan kepada para pejuang keluarga tersebut.

“Diantaranya para pemulung, tukang becak dan tukang tambal ban yang ada di sekitar Garut Kota, Tarogong dan Karangpawitan,” ujarnya.

Dengan adanya baksos ini, dirinya berharap agar mereka para pejuang keluarga tersebut tetap semangat, tidak putus asa untuk mencari sesuap nasi ditengah wabah Covid-19.

“Dan yang paling utama, tujuan dari baksos ini agar mereka tidak merasakan hidup sendiri. Masih ada yang peduli terhadap nasib mereka,” pungkas Yudha. (Djie)