Kades Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Angkat Bicara Masalah Bantuan Busuk

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

Kades Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Angkat Bicara Masalah Bantuan Busuk

Wak Puji
Sabtu, 18 April 2020

Kepala Desa Sukasenang Iwan Ridwan saat diwawancarai jurnalis
60menit.com, Garut - Heboh masyarakat desa Suka Senang kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut membuang barang – barang bantuan program Bantuan Pemerintah Non Tunai ( BPNT ) yang dianggap busuk langsung di tepis oleh Kepala Desa Suka Senang Iwan Ridwan melalui jumpa pers bersama beberapa awak media online kabupaten Garut. Sabtu 18 April 2020.

Dengan didampingi Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa serta perwakilan ketua RW desa Suka Senang, Kades Iwan Ridwan mengatakan, bahwa tidak semua warga desa Sukasenang melakukan itu, yang terjadi sebenarnya hanya sebagian warga yaitu di Rukun Warga ( RW ) 10 dengan jumlah penerima kurang lebih 30 Kepala Keluarga ( KK ).

” Setelah melihat kejadian heboh di media sosial, saya bersama Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa desa Suka Senang langsung ke lapangan sesuai lokasi yang diberitakan, tetapi ternyata setelah meninjau langsung hanya beberapa warga saja yang merasa tidak puas dengan apa yang didistribusikan Bumdes kepada warga, dan itu langsung kita ganti” kata Iwan.

Masih dikatakan Iwan Ridwan, pihaknya merasa heran dengan berbagai pemberitaan yang muncul seakan kejadian ini dialami oleh seluruh warga Sukasenang yang penerima manfaat BPNT sehingga menjadi opini macam – macam yang dirasakan oleh pihak desa.

” Sekarang dihadapan rekan – rekan media yang hadir silahkan tanyakan kepada para ketua RW yang sengaja saya undang kesini, biar jelas permasalahan yang sebenarnya, jangan mengambil narasi hanya opini atau Copy Paste berita saja” ujarnya.

Kini sambung Wawan, permasalahan ini telah kita selesaikan dengan memberikan bantuan kembali tanpa meminta warga untuk mengembalikan barang yang sudah diserahkan sebelumnya.

” Kita berikan lagi bantuan itu sebagai penganti barang yang sudah kita kirim kembali tanpa meminta warga untuk mengembalikan atau menukarkan barang yang dianggap jelek ( busuk ), semua penerima manfaat sebanyak 310 KK tanpa terkecuali kita ganti barang yang dianggap busuk melalui suplayer” ucapnya.

Melalui rekan media ini sambung Iwan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas perhatiannya terhadap warga Sukasenang, ini menjadi bahan evaluasi kami di pemerintahan desa untuk lebih hati – hati dan waspada dalam menyalurkan bantuan yang ada khususnya bagi warga desa Suka Senang.

” Tentunya kami akan memberikan yang terbaik bagi warga Sukasenang, jadi apabila ada kejadian seperti ini lagi silahkan langsung menghubungi pihak aparat desa untuk segera menyelesaikannya” pungkas Wawan.

Ketua RW 07 Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut
Ketua RW 07 Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Robi, saat ditemui mengatakan, di wilayah yang dipimpinnya tidak menerima complain dari warga masyarakat bahwa paket sembakonya ada yang rusak.

“Kalau masalah yang membuang sembako yang saya tahu tidak ada, saya juga bertanya kepada masyarakat tidak pernah membuang. Khususnya wilayah saya di RW 07 tidak ada yang membuang sembako, komplain pun tidak ada,” ucap Robi.

Robi mengatakan, dari semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Desa Sukasenang, hanya di satu RW saja yang complain, yakni di RW 10. Hanya memang ada keluhan sedikit, masalah bau di tempe itu, mungkin dikarenakan tempe ini kan menggunakan ragi.

“Yang namanya ragi kan cepat membusuk, mungkin kemarin kejadiannya tempe tidak digelar, masuk dalam kemasan dan menguap, sehingga cepat membusuk,” katanya.

Ditambahkan Robi, dari 22 penerima manfaat, semua di wilayahnya tidak ada yang membuang. Dan mengenai yang di complain, hari ini penyalur sudah mengganti kembali.

“Ya kami atas nama warga masyarakat RW 07 khususnya, mengucapkan terima kasih kepada pihak penyalur, Bumdes dan Pemerintah Desa,” pungkasnya. (Djie)