Lawan Bencana Corona, Bendahara KNPI Garut Harus Prioritaskan Program Yang Berkeadilan

Advertisement Adsense

Lawan Bencana Corona, Bendahara KNPI Garut Harus Prioritaskan Program Yang Berkeadilan

Wak Puji
Sabtu, 11 April 2020

60menit.com, Garut - Bendahara DPD KNPI Kabupaten Garut, Yanyan M. Sabiq atau yang akrab di sapa Itonk, optimis penanganan atau penanggulangan wabah virus corona di Garut akan membuahkan hasil dalam waktu dekat. Cuma syaratnya, eksekutif dan legislatif harus kompak, bersatu.

“Langkah pertama sebagai pemerintahan daerah maka Pemerintah Garut dan DPR Garut harus bersatu. jangan sampai waktu dan kesempatan terbuang percuma,” ujarnya, Jum’at (10/4/2020) malam.

Mulai hari ini, kata Itonk, ayo bahu-membahu menghadapi bencana dan prioritaskan program yang menyejahterakan masyarakat secara berkeadilan.

Menurut mantan aktivis GMNI yang hari ini banyak berkiprah di berbagai organisasi ini, menuturkan, meskipun dengan cara tetap menjaga jarak–sebagai upaya untuk menghindar dari penularan virus corona–pertemuan bersama pihak – pihak yang ada di lingkup pemerintahan Kabupaten Garut harus terus dilaksanakan. “Terutama yang menyangkut bencana,” kata Itonk.

Itonk, yang juga merupakan salah satu pengurus partai politik di Garut ini menambahkan, rakyat Garut tentunya sangat merindukan pemerintahan yang kompak dan efektif berjalan di Garut, terlebih pada masa penanganan wabah Covid-19 ini.

Akan tetapi, apa yang menjadi harapan rakyat Garut itu, kata Itonk, sepertinya masih jauh dari harapan. Tarik-menarik kepentingan yang mengesankan masih tingginya ego sektorallah yang justru tampak dominan, sehingga bisa kita lihat bersama hari ini, saling lempar pemberitaan yang terjadi, meskipun hal tersebut wajar di alam demokrasi.

“Dalam situasi politik yang seperti ini, lanjut Itonk, tentu saja masyarakat yang akan sangat di rugikan, karena terbengkalai segala macam hak – hak nya akibat tidak selesai urusan di tataran elit, terutama dalam pengalokasian anggaran untuk penanganan Covid-19,” ucapnya.

Atas dasar itu, Itonk menghimbau Bupati dan Pimpinan DPRD sama-sama berpikir jernih, berbuat, dan berpihak untuk menyejahterakan rakyat Garut yang kini sedang dirundung ancaman virus corona.

“Tunjukkanlah sense of crisis, bukan justru membiarkan ketidakkompakan berlarut-larut, egosektoral bertakhta, sehingga program atau kegiatan pembangunan tidak jalan, dan masyarakat Garut yang dirugikan. Padahal, di masa-masa krisis seperti ini, masyarakat butuh pemerintahan yang efektif dan berdaya atau powerful,” ujar Yanyan Itonk.

Ia juga mengingatkan tentang angka kemiskinan di Garut yang belum maksimal ditekan sebagaimana target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Apalagi di masa krisis akibat serangan virus corona ini.

“Ingat, Garut itu sudah sekian tahun merupakan Daerah tertinggal di Jawa Barat. Wabah corona akan membuat perekonomian Garut semakin terpuruk. Nah, bayangkan saja jika dalam kondisi seperti itu pimpinan eksekutif dan legislatif tetap tidak mau kompak,” pungkas Itonk.(Djie)