Viral Video Warga Bandung Tolak Paket Bantuan Di Duga Dari Ridwan Kamil.

Advertisement Adsense

Viral Video Warga Bandung Tolak Paket Bantuan Di Duga Dari Ridwan Kamil.

Wak Puji
Kamis, 23 April 2020


60menit.com, Bandung - Petugas PT Pos Indonesia ditolak sejumlah warga Kota Bandung saat hendak memberikan paket bantuan dari Pemprov Jabar. Video penolakan itu viral di media sosial (medsos).

Dalam video berdurasi 1 menit 13 detik itu, memperlihatkan ada tiga petugas memakai jaket oranye PT Pos Indonesia hendak mengirimkan paket bantuan untuk warga terdampak pandemi Corona atau COVID-19.

Tiga petugas PT Pos Indonesia itu langsung meninggalkan lokasi begitu mendapat penolakan dari warga. Kejadian itu berlangsung di RW 8, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

Camat Bojongloa Kaler Ayi Sutarsa membenarkan peristiwa tersebut. "Betul itu di RW 08 Kelurahan Kopo, kejadiannya kemarin (Selasa, 21/04/2020)," ucap Ayi saat dikonfirmasi. Kamis (23/04/2020).

Ayi menuturkan kejadian itu berawal saat petugas PT Pos Indonesia hendak memberikan paket bantuan ke warga di wilayah tersebut. Petugas tersebut lantas menanyakan alamat kepada warga sekitar.

"Itu ketika ada petugas Pos yang akan memberikan bantuan provinsi kepada warga di RW 08. Mereka bertanya (alamat) ke ibu-ibu. Karena bertanya alamat ke penduduk situ, para penduduk tahu kenapa hanya dua, padahal di sini banyak warga miskin," tutur Ayi.

Ayi menjelaskan paket bantuan dari Pemprov Jabar yang dikirim petugas itu hanya dua paket untuk warga sekitar. Warga yang merasa membutuhkan juga menolak dan meminta petugas untuk meninggalkan lokasi.

"Akhirnya ramai. Nah, pak RW berpikiran daripada jadi polemik, lebih baik bantuan provinsi itu dikembalikan dulu," kata Ayi.

Akibat ditolak oleh warga, menurut Ayi, bantuan tersebut pun tak sampai ke tangan penerima. Ayi belum mengetahui identitas si penerima bantuan tersebut. Namun, ia memastikan penerima paket bantuan itu warga setempat.

"Iya ada di situ (penerima bantuan). Tapi belum sampai ke penerimanya, keburu dikerubuti sama ibu-ibu. Nggak (sampai ke penerima), karena disuruh pulang lagi. Tadinya mau disimpan di kantor RW, tapi (petugas) Pos nggak berani karena harus ada fotonya," pungkas Ayi. (Djie)