Temui “Guru Pergerakan” Oma Bura di Mengkendek Tana Toraja, Rony-Tommy Dijamu Makan Malam
-->

Advertisement Adsense

Temui “Guru Pergerakan” Oma Bura di Mengkendek Tana Toraja, Rony-Tommy Dijamu Makan Malam

60menit.com
Senin, 31 Agustus 2026

Tampak Oma Bura menerima kedatangan Tommy Tiranda, Drs. Rony Rumengan, dan Garin Bulo di rumah kediamannya di KM 6 Mengkendek, Tana Toraja, Minggu, 30 Agustus 2026. (dok.60menit.co.id)


60MENIT.co.id, Jakarta | Lama tidak berjumpa, Tommy Tiranda ditemani Drs. Rony Rumengan, Ketua Yayasan Peduli Tondok Toraya yang juga Pemimpin Umum Media Cyber PMTINews, menemui Ibu Yuli Parantean Bura atau Oma Bura, istri mendiang mantan Anggota DPD RI Laksamana Pertama (Laksma) TNI Benyamin Bura, di kediamannya di KM 6 di Mengkendek, Minggu (30/8) malam. 


Saat silaturahmi dengan Oma Bura suasana pertemuan penuh kekeluargaan, santai dan akrab, serta mengenang kembali era pemerintahan Bupati Tana Toraja  Johanis Amping Situru dengan fokus pada pergerakan menegakkan clean and good governance serta anti korupsi. Era ketika itu jauh sebelum pemekaran dan pembentukan kabupaten Toraja Utara. 


Tak heran, bagi sebagian aktivis atau penggiat anti korupsi Toraja serta satu-dua jurnalis Toraja utamanya yang berkiprah mengontrol pemda Tana Toraja di era 2000-2010 memandang Oma Bura sebagai “Srikandi” atau “Guru Pergerakan”. Ia dikenal memiliki kharisma dan pengaruh yang mampu mendinamisasi simpati masyarakat dalam mengontrol pemerintah. 


Tampak Oma Bura menjamu makan malam Tommy, Rony dan Garin di kediamannnya di Mengkendek , Tana Toraja. (dok.60menit.co.id)


Apalagi ditunjang dengan peran mendiang suaminya, Laksma Benyamin Bura yang dikenal sebagai Senator berintegritas serta anti korupsi. Seperti biasa, setiap bertemu Oma Bura, ia kerap melontarkan pandangan-pandangannya tentang Toraja, Politik dan Pemerintahan khususnya terkait kondisi dua kabupaten, Tana Toraja dan Toraja Utara yang menurutnya masih stagnan. 


Oma Bura juga menyoroti tentang kondisi sosial masyarakat di Toraja terkait penyakit sosial seperti narkoba, prostitusi, dan lainnya. Juga sengketa lahan antar warga masyarakat serta adanya potensi dugaan mafia tanah di Toraja. “Ini saja sebenarnya saya sudah mau balik Jakarta, tapi masih ada urusan sedikit masalah tanah saya,” ujar Oma Bura. 


Tak terasa perbincangan berlangsung lama, Oma Bura yang ditemani putrinya, Yori atau Mama Grace, kemudian menyiapkan makan malam. Kedatangan Rony dan Tommy juga ditemani seorang sahabat bernama Garin Bulo. Garin bersama putranya bernama Abraham. Usai makan malam, spasi waktu perbincangan masih tersisa hingga akhirnya pertemuan berakhir. 


(james)