Memalukan, Tokoh Masyarakat Toraja di Kaltim Kecam Ketua IKAT Bontang, Sudah Janji Bayarin Hotel, Malah Telantarkan Tour Jurnalis Toraja dan Bilang "Enak Aja Mau Dibayarin"
-->

Advertisement Adsense

Memalukan, Tokoh Masyarakat Toraja di Kaltim Kecam Ketua IKAT Bontang, Sudah Janji Bayarin Hotel, Malah Telantarkan Tour Jurnalis Toraja dan Bilang "Enak Aja Mau Dibayarin"

60menit.com
Sabtu, 24 Oktober 2026

Tampak gambar Simon Matira (tengah baju kotak-kotak hitam) didampingi sekertaris Ikat (sal)


60MENIT.co.id, Samarinda | Sikap Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Bontang, Simon Matira, yang diduga menelantarkan rombongan Tour Jurnalis Toraja di Kota Bontang, mendapat sorotan keras dan disayangkan oleh sejumlah tokoh masyarakat Toraja yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim).


Para tokoh masyarakat Toraja di Kaltim menilai, sebagai Ketua IKAT yang sudah menjabat 2 periode dan seharusnya sudah sangat paham tentang adat istiadat Toraja dalam menyambut tamu (_Pa'kurre Sumanga'_), Simon justru menunjukkan sikap yang tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin paguyuban. Rombongan wartawan yang datang jauh-jauh dari Toraja untuk meliput kegiatan warga Toraja di Bontang justru ditelantarkan, bahkan soal biaya penginapan yang sudah dijanjikan malah dijawab dengan kalimat pedas "Enak aja mau dibayarin biaya nginap".


Salah satu tokoh masyarakat Toraja senior di Kaltim yang lama bermukim di Samarinda dan Berau, mengaku sangat menyayangkan sikap Ketua IKAT Bontang Simon Matira.


"Sebagai tokoh masyarakat Toraja di Kaltim, saya sangat menyayangkan sikap Ketua IKAT Bontang periode 2016 hingga sekarang, itu bukan waktu yang sebentar, seharusnya beliau sudah sangat matang, bijak, dan paham bagaimana cara menyambut tamu dari kampung halaman, apalagi ini rombongan jurnalis Toraja," ujar Tokoh Masyarakat yang enggan namanya dipublikasikan, Rabu (15/10/2026).


Menurutnya, Tour Jurnalis Toraja ke Kaltim, khususnya ke Bontang, adalah sebuah kehormatan bagi warga Toraja di perantauan. Seharusnya kedatangan wartawan tersebut disambut dengan penuh sukacita, dijamu, diberi penginapan yang layak, dan diperkenalkan dengan keberhasilan warga Toraja di Bontang. Bukan malah ditelantarkan dan dipermalukan dengan kata-kata "Enak aja mau dibayarin biaya nginap".


"Ini memalukan. Ketua IKAT 2 periode kok seperti ini sikapnya? Kalau memang tidak mampu membiayai penginapan wartawan, jangan berjanji di awal. Sampaikan dari awal kalau tidak ada anggaran. Jangan sudah wartawan datang, sudah pesan hotel, baru dibilang 'Enak aja mau dibayarin'. Itu namanya menelantarkan tamu. Padahal dalam adat Toraja, tamu adalah berkat," tegasnya.


*Tokoh Muda Toraja di Balikpapan: Ketua IKAT 2 Periode Harusnya Jadi Contoh, Bukan Jadi Beban Organisasi*


Senada dengan itu, tokoh pemuda Toraja di Balikpapan, Alan., juga menyayangkan sikap Ketua IKAT Bontang Simon yang sudah menjabat 2 periode tersebut.


"Ketua IKAT 2 periode itu seharusnya jadi panutan, jadi contoh, jadi bapak bagi semua warga Toraja di Bontang. Jabatan 2 periode itu adalah kepercayaan besar dari warga. Tapi kalau kepercayaannya disalahgunakan dengan menelantarkan wartawan dari Toraja sendiri, itu sudah mencoreng nama baik IKAT Bontang," kata Alan.


Alan mengatakan, dirinya mendapat laporan bahwa rombongan Tour Jurnalis Toraja yang berjumlah 5 orang tersebut akhirnya harus patungan membayar hotel sendiri, tidur berhimpitan, dan bahkan ada yang harus mencari penginapan murah karena janji bantuan dari Ketua IKAT Bontang tidak ditepati.


"Bayangkan, wartawan dari Toraja datang ke Bontang untuk mempromosikan Bontang, untuk memberitakan hal positif tentang IKAT Bontang, tapi malah ditelantarkan. Mereka datang membawa nama Toraja, tapi diperlakukan seperti pengemis. Ini sangat melukai hati kami sebagai warga Toraja di Kaltim," ujarnya.


Para tokoh masyarakat Toraja di Kaltim pun mendesak agar Pengurus Besar IKAT se-Kaltim dan Pembina IKAT Bontang segera melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Ketua IKAT Bontang yang sudah menjabat 2 periode tersebut.


"Kalau sudah 2 periode tapi masih gagal paham tentang tugas ketua IKAT, yaitu merangkul, mengayomi, dan menyambut tamu dengan baik, maka perlu dievaluasi. Jangan sampai karena sikap satu orang, seluruh warga Toraja di Bontang kena imbasnya dan dicap tidak ramah terhadap tamu," desak salah satu tokoh masyarakat Toraja di Tenggarong.


Mereka berharap ada permintaan maaf secara terbuka dari Ketua IKAT Bontang Simon kepada rombongan Tour Jurnalis Toraja, serta ada tanggung jawab untuk mengganti biaya penginapan yang sudah dikeluarkan oleh para wartawan tersebut.


"Jabatan ketua IKAT itu bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk melayani. Melayani warga Toraja di perantauan dan melayani tamu yang datang dari Toraja. Kalau sudah 2 periode masih tidak paham itu, ya kebangetan," tutup tokoh tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, Ketua IKAT Bontang Simon yang sudah menjabat 2 periode tersebut masih belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya awak media untuk menghubungi Simon melalui telepon seluler dan WhatsApp belum mendapat respon.


(Tim Liputan)