![]() |
| Penginapan yang disewa tim wartawan Toraja (Iki) |
60MENIT.co.id, Bontang | Rasa kecewa menyelimuti wartawan yang tergabung dalam Tim Tour Jurnalis Toraja di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (08/10/2026).
Kekecewaan tersebut dipicu oleh ketidakjelasan pembayaran hotel tempat tim menginap selama satu malam. Sekedar diketahui Kegiatan Tour Jurnalis di Bontang yang melibatkan pihak IKAT (Ikatan Keluarga Toraja) Bontang hanya sehari.
Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa akomodasi tim jurnalis akan difasilitasi.
"Awalnya Dijanjikan oleh Ketua Ikat Bontang, Inisial SM, tapi nyatanya Wartawan Harus Talangi," ucap salah seorang jurnalis Toraja.
Menurut salah satu wartawan anggota rombongan yang enggan disebutkan namanya, Ketua IKAT Bontang sempat menjanjikan akan membantu biaya penginapan hotel selama sehari kegiatan di Bontang.
Namun, hingga batas waktu check-out, janji tersebut tidak terealisasi. Pihak hotel bahkan sempat menahan rombongan wartawan karena pembayaran belum dilunasi.
"Kami kecewa berat. Awalnya Ketua IKAT bilang akan bantu bayaran hotel, makanya kami pesan hotel. Tapi sampai waktunya tidak ada kejelasan. Kami yang di lapangan jadi tidak enak sama pihak hotel. Akhirnya kami harus patungan dulu talangi," ujar salah satu wartawan dengan nada kecewa.
Wartawan lain menambahkan, bukan soal besar kecilnya nominal, tapi soal komitmen dan penghargaan terhadap profesi jurnalis yang datang jauh-jauh dari Toraja untuk meliput kegiatan warga Toraja di Bontang dan mempromosikan kerukunan warga Toraja di Kaltim.
"Kami datang ke Bontang ini bawa nama baik Toraja. Kami beritakan kegiatan IKAT, kami beritakan warga Toraja di sini positif. Kalau soal hotel saja tidak jelas begini, bagaimana kami mau semangat beritakan kegiatan IKAT? Kami merasa tidak dihargai," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua IKAT Bontang belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui telepon dan WhatsApp, belum memberikan jawaban terkait keterlambatan pembayaran hotel tersebut.
Sementara itu, pengurus IKAT lainnya yang ditemui di lokasi hanya mengatakan akan mencoba menghubungi Ketua IKAT dan meminta wartawan untuk bersabar.
"Nanti kami coba komunikasikan lagi dengan Ketua. Mungkin beliau masih ada kesibukan, jadi belum sempat transfer," ujar salah satu pengurus IKAT.
Para wartawan berharap ada kejelasan dan tanggung jawab dari Ketua IKAT Bontang. Mereka tidak ingin persoalan sepele seperti bayaran hotel ini justru mencoreng nama baik IKAT dan citra warga Toraja di Bontang yang selama ini dikenal kompak dan solid.
"Kami hanya butuh kejelasan. Kalau memang tidak bisa bantu, bilang dari awal tidak bisa, jangan dijanji-janjikan. Kami jurnalis bisa cari solusi sendiri. Jangan kami sudah menginap, baru tidak dibayar. Ini soal etika," tegas wartawan senior dalam rombongan.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar setiap kesepakatan, apalagi yang menyangkut akomodasi tamu dari luar daerah, harus dibuat jelas dan tertulis agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan di kemudian hari.
(sal).



