Sumedang Waspada Kasus "Impor" Covid
-->

Advertisement Adsense

Sumedang Waspada Kasus "Impor" Covid

Wak Puji
Sabtu, 04 Juli 2020

60menit.com, Sumedang - Bupati H Dony Ahmad Munir mengatakan Kabupaten Sumedang sampai saat ini masih terus mencatat pemudik yang datang dari zona merah.  Berkaitan dengan kewaspadaan kasus impor, Desa Siaga Korona masih terus diefektifkan sampai dengan saat ini.


“Selain itu, Sumedang saat ini sedang dihadapkan dengan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Akan ada ribuan calon mahasiswa yang akan melaksanakan tes di Kabupaten Sumedang,” kata Bupati Dony saat video converence dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, di Gedung Negara, Jumat (3/7/2020).


Hari Minggu tanggal 5 sampai dengan 20 Juli 2020 akan dilaksanakan UTBK di Unpad dan UPI Sumedang. Rincianya ada sekitar 11.065 peserta UTBK Unpad dan 1500 peserta UPI. “Pemkab Sumedang tengah mempersiapkan dan mengantisipasi sebelum peserta datang dan ketika kepulangan,” katanya.


Pelaksanaan UTBK secara fisik hanya diperbolehkan untuk peserta dari wilayah Jawa Barat. Sedangkan untuk peserta di luar Jawa Barat hanya boleh mengikuti tes online di wilayahnya masing-masing.  “Karena resiko terbesar penyebaran Covid saat ini berasal dari kasus impor. Kami juga akan mengkoordinasikan hal ini dengan gugus tugas,” katanya.


Gubernur Ridwan Kamil mengatakan kasus Covid-19 di Kota Depok dan Bekasi terindikasi paling banyak selama dua minggu terakhir di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa Jabodetabek merupakan klaster yang harus diwaspadai.  “Namun kabar baiknya adalah kasus sembuh sudah tinggi dibanding dengan penambahan,” katanya.


 
Dikatakan Gubernur, status kewaspadaan tidak bisa dijadikan pencitraan. Data baik ataupun buruk merupakan dinamika epidemiologis. Menurutnya, Kabupaten/Kota harus selalu disiplin agar tidak kecolongan dengan status zona. “Pemprov Jabar memberikan nilai tertinggi kepada Kabupaten Sumedang terkait dengan penyaluran Jaringan Pengaman Sosial (JPS),” katanya.