Bus yang Nekat Kelabuhi Petugas Bawa Pemudik, Ini Ancaman dari Mabes Polri

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

Bus yang Nekat Kelabuhi Petugas Bawa Pemudik, Ini Ancaman dari Mabes Polri

Wak Puji
Jumat, 01 Mei 2020


60menit.com, Jakarta - Aksi nekat pemudik masih terjadi di beberapa daerah. Padahal pemerintah sudah tegas melarang warga yang hendak mudik ke kampung halamannya.

Menindaklanjuti larangan mudik tersebut, Mabes Polri dengan tegas akan menelusuri jasa penyelundupan para pemudik di setiap bus.

Demikian disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (30/4).

Kami akan selidiki adanya dugaan jasa penyelundupan para pemudik,” kata Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu belum membeberkan sanksi bila pihaknya menemukan kejadian tersebut.

Hanya saja, dalam larangan mudik anggota di lapangan mengawal secara ketat kedisplinan masyarakat demi mencegah penyebaran virus corona.

Kita tegas (larang mudik) kita juga sampaikan ke anggota yang bertugas di lapangan, supaya modus-modus seperti itu diantisipasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menemukan aksi konyol yang dilakukan para pemudik dari arah Jakarta tujuan Semarang yakni para penumpang bersembunyi di toilet dan dek bus.

Dari jarak jauh memang tampak bus terlihat kosong, namun saat anggota kepolisian mengecek bus tersebut, ternyata ada beberapa penumpang yang memanfaatkan toilet dan dek bus sebagai tempat bersembunyi agar bebas dari operasi perugas.

Awalnya, sopir bus tersebut mengaku tidak membawa penumpang, Namun setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan lima penumpang yang bersembunyi di dalam bus dengan cara merebahkan kursi dan mematikan lampu kabin bus.

Sementara, satu penumpang lainnya ditemukan bersembunyi di dalam kamar mandi bus.

Saat dikakukan pengecekan bagasi ditemukan barang-barang berupa koper dari penumpang,” Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Sebagai sanksinya, kata Sambodo, polisi kemudian memutar balik bus kembali ke arah Jakarta.

Petugas melakukan peneguran kepada sopir. Selanjutnya sanksi yang diberikan, bus diputar balik menuju arah Jakarta,” ungkap Sambodo. (***)