Garut Berduka Meninggalnya Sang Maestro Budaya Dan Senior Jurnalis
-->

Advertisement Adsense

Garut Berduka Meninggalnya Sang Maestro Budaya Dan Senior Jurnalis

Wak Puji
Rabu, 08 Juli 2020


60menit.com, Garut - Kabar duka datang dari awak media dan budaya. Salah seorang wartawan senior sekaGarut Berduka Meninggalnya Sang Maestro Budaya Dan Senior Jurnalis

Kabar duka datang dari awak media dan budaya. Salah seorang wartawan senior sekaligus budayawan asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, Usep Romli (71) tutup usia di Klinik Al-Yamin Kecamatan Balubur Limbangan pada pukul 09.50 WIB, Rabu (8/7/2020).

Menurut anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Garut, Tisna Wibawa, semasa hidupnya Usep Romli, merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Disdik). 
Saat itu, almarhum getol menulis dan menjadi koresponden Mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-197676), surat kabar Pelita (1977-1979), dan surat kabar Sipatahunan (1979-1980).

Karena mencintai dunia jurnalitik, dia memilih keluar sebagai PNS dan bekerja menjadi wartawan di Surat Kabar terbesar di Jawa Barat (Pikiran Rakyat). 

Usep Romli juga pernah bertugas ke Afghanistan untuk meliput terkait perlawanan kaum mujahidin melawan pendudukan Soviet-Rusia, Palestina dan Bosnia.

Tak hanya itu lanjut Tisna Wibawa, pria kelahiran 16 April 1949 ini dikenal juga sebagai penulis buku anak-anak dalam bahasa Indonesia dan Sunda.


“Banyak karya-karya Beliau yang di bukukan dan dimuat di sejumlah media,” kata Tisna Wibawa.

“Semoga Beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Jasa Beliau akan selalu terkenang oleh kita semua,” ucap Tisna Wibawa.

Kerabat dekat Usep Romli (alm), Sekretaris 1 Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM-Gatra), Uu Amarulloh mengaku kehilangan seorang sosok penulis dan budayawan yang gigih.

Dia tokoh dua generasi yang telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran dan menjadi panutan generasi muda. Betapa tidak, Usep Romli selalu menyerukan kebenaran dan keadilan.

“Kami Bangga sebagai putra Garut, khususnya Gatra mempunyai tokoh yang selalu konsekuen pada komitmen atau ucapannya. Sayang, Beliau dipanggil yang maha kuasa sebelum DOB Gatra terlaksana,” ungkap Uu. 

“Beliau adalah panutan kita semua. Selain guru, orang tua juga sahabat Kami di PM Gatra. Sudah banyak perjuangan dan jasa Beliau. Semoga semua itu diberkahi oleh Allah SWT," tutup Uu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kiara Lawang Garut.

Usep Romli merupakan sosok panutan di lingkungannya, tak salah saat jenazah hendak di kebumikan banyak kerabat dan rekan ikut mengantarkan ketempat terakhir.

Dimata sang istri, Usep Romli merupakan suami yang bertanggung jawab. Dalam semasa hidupnya sosok budayawan sunda tersebut dekat dengan anak-anaknya.

Alamarhum di kebumikan di Kampung Kiaralawang, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.ligus budayawan asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, Usep Romli (71) tutup usia di Klinik Al-Yamin Kecamatan Balubur Limbangan pada pukul 09.50 WIB, Rabu (8/7/2020).

Menurut anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Garut, Tisna Wibawa, semasa hidupnya Usep Romli, merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Disdik). 
Saat itu, almarhum getol menulis dan menjadi koresponden Mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-197676), surat kabar Pelita (1977-1979), dan surat kabar Sipatahunan (1979-1980).

Karena mencintai dunia jurnalitik, dia memilih keluar sebagai PNS dan bekerja menjadi wartawan di Surat Kabar terbesar di Jawa Barat (Pikiran Rakyat). 

Usep Romli juga pernah bertugas ke Afghanistan untuk meliput terkait perlawanan kaum mujahidin melawan pendudukan Soviet-Rusia, Palestina dan Bosnia.

Tak hanya itu lanjut Tisna Wibawa, pria kelahiran 16 April 1949 ini dikenal juga sebagai penulis buku anak-anak dalam bahasa Indonesia dan Sunda.

“Banyak karya-karya Beliau yang di bukukan dan dimuat di sejumlah media,” kata Tisna Wibawa.

“Semoga Beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Jasa Beliau akan selalu terkenang oleh kita semua,” ucap Tisna Wibawa.

Kerabat dekat Usep Romli (alm), Sekretaris 1 Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM-Gatra), Uu Amarulloh mengaku kehilangan seorang sosok penulis dan budayawan yang gigih.

Dia tokoh dua generasi yang telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran dan menjadi panutan generasi muda. Betapa tidak, Usep Romli selalu menyerukan kebenaran dan keadilan.

“Kami Bangga sebagai putra Garut, khususnya Gatra mempunyai tokoh yang selalu konsekuen pada komitmen atau ucapannya. Sayang, Beliau dipanggil yang maha kuasa sebelum DOB Gatra terlaksana,” ungkap Uu. 

“Beliau adalah panutan kita semua. Selain guru, orang tua juga sahabat Kami di PM Gatra. Sudah banyak perjuangan dan jasa Beliau. Semoga semua itu diberkahi oleh Allah SWT," tutup Uu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kiara Lawang Garut.

Usep Romli merupakan sosok panutan di lingkungannya, tak salah saat jenazah hendak di kebumikan banyak kerabat dan rekan ikut mengantarkan ketempat terakhir.

Dimata sang istri, Usep Romli merupakan suami yang bertanggung jawab. Dalam semasa hidupnya sosok budayawan sunda tersebut dekat dengan anak-anaknya.

Alamarhum di kebumikan di Kampung Kiaralawang, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.