Bumdes Sukaratu mengelola ODTW Situ Bagendit II jadikan Wisata terbesar di Dunia
-->

Advertisement Adsense

Bumdes Sukaratu mengelola ODTW Situ Bagendit II jadikan Wisata terbesar di Dunia

Frisca Friskilla
Senin, 07 September 2020


60menit.com, Garut  - Kawasan wisata Situ Bagendit II, yang berlokasi di Desa Sukaratu, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, berpotensi menjadi salah satu tempat wisata yang go international. Solanya, lokasi yang sekarang di kelola oleh pihak Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukaratu, memiliki pemandangan yang sangat indah tidak jauh dengan wisata Bagendit I, yang tahun ini mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah Provinsi.

"Potensi menjadi kawasan wisata mendunia akan lebih terbuka lagi wisata Bagendit II, kondisi situ masih bersih. Bahkan, sekarang sudah menjadi tempat wisata yang dicari oleh wisatawan dari luar Garut," ujar Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), Irwan Hendarsyah, Senin (7/9/2020).

Dikatakan Irwan, guna mengangkat potensi wisata situ Bagendit II, DKKG Kabupaten Garut bekerjasama dengan Bumdes Sukaratau akan menggelan event besar. Yang mana bertujuan untuk mengenalkan wisata Bagendit II.

"Kami akan bekerjasama dalam mengenalkan Bagendit II, salah satu tempat wisata yang berpotensi menghasilkan PAD bagi daerah. Ada beberapa event, misalnya akan diadakan pasar terapung. Wisatawan tidak hanya menaiki rakit tetapi memiliki tujuan lain salah satunya bisa berbelanja di tengah situ," ucapnya.

Iwan menuturkan, tempat wisata Bagendit II, jika dibandingkan dengan Bagendit I, memiliki daya tawar sendiri bagi para pengunjung. Yang mana keindahan pemandangan serta spot-spotnya sangat jauh lebih indah. Bahkan, berpotensi menjadi lokasi yang paling indah.

"Sekarang, Bumdes hanya mematok tiket masuk sebesar Rp 5000 setiap pengunjung. Jika nantinya berkembang, perekonomian masyarakat yang berada dekat dengan Bagendit II akan bisa meningkat. Sekarang saja baru terdapat beberapa gazebo, warung yang pengelolaannya oleh Bumdes," katanya.


DKKG bersama Bumdes dengan menyelenggarakan event, kata Irwan, selian mengangkat potensi wisata yang ada, nantinya bisa menarik investor yang hendak membangun vila atau hotel.

"Tidak menutup kemungkinan jika ada hotel atau vila wisatawan akan bisa tertarik. Sekarang, sama sekali belum ada fasilitas itu," ucapnya.

Irwan mengaku, guna mendorong lokasi wisata go international diperlukan dukungan berbagai pihak salah satunya pemerintah Kabupaten Garut.

"Sayang, kalau lokasi wisata di Garut benar-benar tidak mendapatkan perhatian pemerintah, terutama dalam penataan," pungkasnya.