Pengamat Politik Bilang Boneka Oligarki ini, Sangat Berbahaya Bagi Bangsa
-->

Advertisement Adsense

Pengamat Politik Bilang Boneka Oligarki ini, Sangat Berbahaya Bagi Bangsa

60 MENIT
Selasa, 12 April 2022

60menit.co.id | Tokoh Paling Banyak Digunjing Masyarakat karena Sangat Berbahaya bagi Bangsa.


60MENIT.co.id, Jakarta | Pengamat Politik Indonesia yang terkenal pedas ini menilai beberpa tokoh ini sebagai Boneka Oligarki, lebih pedas lagi dia mengatakan bahwa "Era Jokowi Dianggap Lebih Berbahaya Dibanding Zaman Soeharto".

Lebih lanjut ia membandingkan 'taktik' pemerintahan era Presiden Jokowi yang dinilai lebih berbahaya dibanding dengan zaman Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto.

Pasalnya, era Jokowi semakin menegaskan betapa kekuatan modal saat ini menjalar ke mana-mana menjadi oligarki.

Hal itu pun sangat mendominasi kehidupan politik dan ekonomi di Tanah Air, dengan Jokowi sebagai 'bonekanya'. (Dilansir dari Portal Bolmong, Selasa 12/04/2022).

"Ya itu yang sekarang lagi kita cemaskan sebetulnya, kan seolah-olah dianggap oligarki itu hanya mengasuh Jokowi," ucap Rocky Gerung, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Minggu 10 April 2022.

"Ternyata dia asuh juga partai-partai politik, bahkan Mahasiswa juga diasuh, mahasiswa-mahasiswa yang doyan amplop," ujarnya menambahkan.

Tidak kalah dari itu, Rocky Gerung menyebut oligarki juga telah menjalar hingga ke anak-anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"Yang lebih serius lagi, kita jangan lupa bahwa ubedilah Badrun justru memberi perspektif lain atau persepsi baru pada soal oligarki itu langsung pada anak-anaknya," tuturnya.

"Kini bukan lagi oligarki tapi betul-betul KKN juga, kan anak-anak Presiden itu yang dilaporkan, dan itu yang orang mengingat diam-diam bahwa ternyata memang ada oligarki yang menguasai presiden," lanjut Rocky Gerung.

"Tetapi anak-anaknya juga menjadi oligarki di istana memanfaatkan oligarki besar untuk kepentingan bisnisnya," kata Rocky Gerung menambahkan.

Hal itu pun membuat orang-orang merasa curiga, karena bisnis kuliner yang dilakukan kedua anak Jokowi tiba-tiba meledak dan investor masuk ke situ.

"Kan itu namanya melebihi dari zaman Pak Harto, zaman Pak Harto pasti ada semacam Keppres yang memberi keuntungan pada keluarga istana," ungkapnya.

"Dan itu semua orang tahu karena itu bagian dari politik presiden pada waktu itu, Presiden Soeharto," ujar Rocky Gerung.

Indonesia pun seharusnya merubah kebijakan saat era Soeharto tersebut, tetapi ternyata tidak bisa.

"Justru di era Pak Jokowi yang demokratis dan terbuka, bisnis keluarga itu betul jalan diam-diam dan begini kan nanti baru bisa terbuka kalau Pak Jokowi Lengser," ucap Rocky Gerung.

Dia pun membandingkan Pemerintahan era Jokowi dan Soeharto yang memiliki 'taktik' serupa tapi tak sama.

"Kalau Pak Harto dari awal fair dalam arti terbuka, semua orang bisa tahu apa yang disebut monopoli cengkeh, monopoli jeruk pada waktu itu, BPJS segala macem," tutur Rocky Gerung.

"Kalau sekarang diem-diem, kenapa?, karena sistem kapitalisme juga orang bisa taruh saham, tidur di situ," ujarnya.

"Tetapi orang semacam Ubedilah Badrun dan banyak orang di luar itu menganggap justru ini yang paling berbahaya karena presiden sebetulnya menabung KKN diem-diem. Nah ini yang kita cemaskan," katanya menambahkan. (Dilansir Portal Bolmong, Selasa 12/04/2022)

Rocky Gerung menyebut oligarki yang berbisnis dengan Jokowi pun tentunya ingin menyelamatkan bisnis mereka di masa depan.

(***)