Komitmen Limbah Layak Buang, Peltu Aris BatiOps Sektor 22 Rutin Lakukan Pengawasan Ipal PT GAP
-->

Advertisement Adsense

Komitmen Limbah Layak Buang, Peltu Aris BatiOps Sektor 22 Rutin Lakukan Pengawasan Ipal PT GAP

60 MENIT
Kamis, 05 Januari 2023

Peltu Aris Santoso, BatiOps Satgas Citarum Harum Sektor 22 memimpin pemeriksaan Ipal di Pabrik Celup Sarung Pt. Gajah Angkasa Perkasa, Cibeureum, Kamis 5/01/2023 (zhovena)


60MENIT.co.id, Bandung |  Pengawalan suksesi Program Citarum Harum di Sektor 22 melalui SubSektor 06 dipimpin Peltu Aris Santoso, hari ini melakukan pengawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) pabrik tenun sarung Cap Gajah Pt. Gajah Angkasa Perkasa (GAP) bertempat di Jl. Jend. Sudirman No. 823 Kota Bandung, Kamis 5 Januari 2023. 


Hasil pemeriksaannya, limbah akhir dari pabrik PT. GAP ini sesuai baku mutu, yaitu kondisi derajat keasaman (pH) ada di posisi 7 (netral) kondisi air bening tidak berbau dan tidak berbusa. 


"Setelah kita periksa dengan menggunakan kertas lakmus bahwa posisi air hasil olah Ipal Pt. GAP ini normal, yaitu pH nya 7, tidak berbau, tidak berbusa dan kondisi air buangan ini bening," singkat Peltu Aris Santoso. 


Pemeriksaan oleh Satgas Citarum Harum Sektor 22, Peltu Aris Santoso didampingi BaOps Serma Misbakhudin dan anggota lainya. 


Peltu Aris Santoso, BatiOps Satgas Citarum Harum Sektor 22 ketika diwawancara oleh media di tempat pemeriksaan Ipal Pt. GAP.


Peltu Aris Santoso menambahkan, konsistensi pengolahan limbah di Pt. GAP pada posisi yang benar dan bagus ini diharap terus dipertahankan, sebab kondisi pelaku industri yang sesuai dengan Pt. GAP sangat diharapkan di pelaku industri lainya. 


"Kita menganjurkan kepada management supaya perawatan Ipal ini supaya dipertahankan, karena limbah Pt. GAP bisa jadi percontohan bagi pelaku industri lainya," kata Aris. 


Yohanes Indra, selaku Manager Teknik dan Utility Pt. GAP mengatakan untuk menjaga konsistensi posisi limbah normal ini jelas memerlukan perawatan rutin yang tepat. 


Yohanes Indra, Manager Teknik dan Utility Pt. GAP.

"Produk Knowledge sangat dibutuhkan, dengan melakukan komunikasi yang tepat kepada operator Ipal supaya limbah yang dihasilkan tetap stabil, tentunya mereka harus memiliki kualitas kemampuan bidang Ipal yang cukup," ujar Indra. 


Hal lain Indra mengatakan, untuk mencapai itu semua tentu harus mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku. Sehingga komunikasi dan penerapan kepada leading operator bisa sesuai anjuran dan petunjuk yang benar. 


"Sungai bukan milik pribadi, maka limbah hasil produksi dibuang harus tepat aturan. Untuk menjamin kualitas limbah yang bersih ini kita terus berkomunikasi dengan operator supaya bekerja hati-hati dan teliti jangan sampai mereka tidak mengerti aturan yang benar," jelas Indra. 


(zho)