Peltu Ihwan, Dansub 05 Satgas Sektor 22 Patroli Sungai Cipamokolan Ajak Warga Empati Kebersihannya
-->

Advertisement Adsense

Peltu Ihwan, Dansub 05 Satgas Sektor 22 Patroli Sungai Cipamokolan Ajak Warga Empati Kebersihannya

60 MENIT
Minggu, 18 Juni 2023

Peltu Ihwan Maryudin, Dansub 05 Satgas Citarum Harum Sektor 22 sedang melakukan Patroli di Sungai Cipamokolan wilayah RW 09, 01 dan RW. 02 Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung, Minggu 18/06/2023 (zhovena)


60MENIT.co.id, Bandung | Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 05 dipimpin Peltu Ihwan Maryudin melakukan patroli di Sungai Cipamokolan wilayah RW. 09, 01 dan RW. 02 Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung, Minggu 18/06/2023.


Patroli sungai berguna sebagai mengawasi perkembangan terbaru baik dari karakter sungai maupun karakter masyarakat dalam memerlakukan sungai. 


Peltu Ihwan Maryudin mengatakan, bahwa patroli sungai dilakukan setiap hari pasca karyabakti perawatan sungai, karena sangat penting untuk mengetahui perkembangan sungai dan prilaku masyarakat dibalik pengawasan satgas Citarum Harum Sektor 22 dalam memerlakukan sungai maupun lingkungan pada pengolahan sampah. 


Kondisi Sungai Cipamokolan saat ini di wilayah Derwati Kecamatan Rancasari Rw. 09, 01 dan RW. 02.


"Patroli sungai merupakan tolak ukur dari prilaku masyarakat dalam memerlakukan sungai, ketika ada masyarakat didapati membuang sampahnya ke sungai maka akan kita tindak dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, di sisi lain patroli sungai merupakan survay kondisi lapangan untuk target karyabakti besok hari," jelas Ihwan. 


Hari ini Peltu Ihwan Maryudin mengindikasikan dirinya untuk berpatroli di Sungai Cipamokolan hasil normalisasi yang selama ini dikerjakan. Selain mengontrol atas perubahan dari kondisi semula belum dilakukan normalisasi ia pun mengawasi kadar limbah serapan lumpur sisa pengerukan. 


"Dulu sebelum dikeruk sedimentasinya di wilayah ini Sungai Cipamokolan sering mengeluarkan busa dan bau tidak sedap yang berlebihan, setelah dipelajari busa tersebut berasal dari lumpur mengandung limbah yang terserap akibat pencemaran yang berkepanjangan," kata Ihwan. 


Peltu Ihwan Maryudin sedang Komunikasi Sosial kepada masyarakat.


Hal itu dibandingkan dengan pasca pengerukan Sungai Cipamokolan kondisi kemarau tidak mengeluarkan busa maupun bau yang tidak sedap. Karena sedimentasi sudah dikeruk kondisi sungai bertambah kedalaman dan bertambah lebar, dengan kondisi normal. 


Tampak baru dari Sungai Cipamokolan sudah mewakili keaslian kondisi sungai yang sebenarnya, yaitu tidak ada sedimentasi maupun volumenya sudah normal. "Saya inginkan semua kondisi sungai seperti Sungai Cipamokolan yang sudah dilakukan normalisasi, keadaannya nyaman, berwibawa juga indah," kagum Ihwan. 


Pada kesempatan tersebut Peltu Ihwan Maryudin mengadakan komunikasi sosial kepada masyarakat secara door to door, terutama warga lingkungan sungai supaya bisa menjaga kebersihan maupun keutuhan sungai, "Kita ajak sekalian mereka supaya bisa bekerjasama dengan kita sebagai Satgas dalam pengawasan dan pengendalian sungai ini, agar mereka bisa meningkatkan rasa peduli terhadap kebersihan dan keutuhan sungai," tutup Ihwan. 


(zho)