![]() |
Ilustrasi perbincangan yang menyebabkan keributan (redaksi60menit) |
60MENIT.co.id, Toraja | Pemerhati Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Rusmain Hutasoit atau akrab disapa Rus, mengkritisi komunikasi buruk yang ditunjukkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Toraja Utara, Paulus Batti dalam menangani kasus Beras SPHP (stabilisasi pasokan harga pangan).
Menurut Rus, komunikasi yang efektif seharusnya telah dilakukan jauh hari sebelum pertengkaran dilapangan bakti dimana saat itu kerumunan warga tidak bisa dihindarkan.
“Kalau komunikasinya bagus, ini sudah harus dibicarakan sejak awal. Jadi tidak ada yang sudah merasa lebih diatas dari yang lainnya, Kepala Dinas sebagai orang tua yang dituakan harusnya lebih menahan diri, dalam artian tidak arogan,” ungkap Rus kepada wartawan, Kamis Malam (28/08/2025).
Ia menyayangkan sikap Attitude yang kurang baik sebagai pemimpin yang seharusnya jadi Panutan bagi bawahannya, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Yofita Sarlota Sampe Allo.
Sebelumnya, ramai video kepala dinas ketahanan pangan mengamuk di pasar murah beras SPHP yang digelar dilapangan bakti Rantepao Toraja Utara.
Kepala Dinas Ketapang terlihat mengenakan setelan baju ASN memakai topi sambil memegang beberapa kertas HVS.
Hal yang sama juga disampaikan Ismail Situru, SH,, MH, "Ya sudahlah, kasi mereka bekerja sebagai Kepala Bidang yang memang saat itu telah diberikan tugas, janganmi dicampuri, tugas Kepala Dinas hanya mengawasi dan jikalau ada kekeliruan jangan diumbar diorang banyak," ucap Ismail.
"Saya minta kepada Bapak Bupati Toraja Utara untuk selektif memilih seorang kepala dinas yang mau memimpin di dinas-dinas," pintanya.
"Klo orang sudah menganggap dirinya tua harus jadi panutan, berbicara ASN (Aparatur Sipil Negara) berarti bicara soal Etika bernegara," tegas Ismail.
Ismail menyebut, seorang kepala dinas yang tidak punya etika mempermalukan kepala bidang ditengah-tengah orang banyak, Saya minta buat Bapak Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong untuk bisa mengambil sikap dari persoalan yang ada di dinas ketahanan pangan.
Sementara Awaluddin Anwar yang akrab disapa Pak Awal ... sebagai PEMBINA CORONG RAKYAT INDONESIA salah satu Organisasi Kemasyarakatan yang berskala Nasional menyampaikan, Sepatutnya pimpinan di daerah menjaga lisan, mengayomi seluruh bawahan, menciptakan suasana yang sejuk dan berdiri serta melayani tanpa terkecuali, apa pun asalnya dan pilihan politiknya," ucap dia.
"Kasian Kepala bidang, harga dirinya dimana belum lagi dia seorang perempuan, bagaimana dengan keluarga besarnya yang pasti melihat video yang sudah beredar luas," kunci Awal.
(Tim Liput)