![]() |
| Yosep (tengah), Ketua DPD Sundawani Wirabuana Subang (by: ridho) |
60MENIT.co.id, Subang | Pelaksanaan Istighosah dan Doa Bersama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang menuai kritik tajam kegiatan yang seharusnya menjadi ruang dukungan publik itu justru dinilai kontradiktif karena komposisi peserta di lapangan.
Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana DPD Subang, Yosep, menyoroti bahwa mayoritas peserta istighosah bukanlah masyarakat umum maupun perwakilan siswa penerima manfaat.yosep menyebut peserta justru didominasi pemilik dapur atau vendor penyedia makanan dan para relawan program MBG, Sabtu (04/07/2026)
Menurut Yosep, hal ini memunculkan pertanyaan besar terkait esensi dan transparansi pelaksanaan program makan bergizi gratis MBG.
“Kami melihat adanya kejanggalan di lapangan. Gaung istighosah dan doa bersama ini untuk kesuksesan program rakyat, tapi setelah dicek pesertanya didominasi pemilik dapur dan relawan mereka sendiri. Lalu, sebenarnya siapa penerima manfaat program MBG sesungguhnya di subang ini?” ucap Yosep
Yosep menegaskan, sebagai program nasional yang menyasar peningkatan gizi anak sekolah dan kelompok rentan, MBG seharusnya menjadikan siswa dan orang tua murid sebagai subjek utama. Bukan sebaliknya, menjadi panggung bagi pelaku bisnis kuliner atau kelompok relawan tertentu.
Ia khawatir jika tidak ada pengawasan ketat, program MBG di Subang berpotensi terjebak dalam kepentingan kelompok dan hanya sebatas formalitas.
“Kami mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait lebih terbuka soal data penerima manfaat serta mekanisme penunjukan pihak ketiga, dalam hal ini pemilik dapur,” katanya.
“Jangan sampai program yang dinilai mulia ini hanya menguntungkan segelintir orang yang punya akses modal dan jaringan penyuplai makanan, sementara esensi perbaikan gizi anak-anak di subang malah terabaikan,” tegas Yosep.
"Kritik dari Ketua DPD Sundawani Wirabuana Subang ini diharapkan menjadi pemantik evaluasi total terhadap tata kelola program MBG di daerah, agar sasaran program benar-benar tepat kepada masyarakat yang membutuhkan," pungkas Yosep.
(Ridho)



