Barber School Abah Atrox, Tempat Kursus Pencetak Seniman Pangkas Rambut Andal Dari Garut

Advertisement Adsense

Barber School Abah Atrox, Tempat Kursus Pencetak Seniman Pangkas Rambut Andal Dari Garut

Wak Puji
Selasa, 17 Desember 2019

Rijal Fadilah (Abah Atrox) bersama siswa yang menerima sertifikat dari Barber School Abah Atrox. (Foto : Istimewa)
60menit.co.id, GARUT - Di Banyuresmi, Garut, keahlian pangkas rambut seakan mengalir dalam darah anak-anak sana. Seorang lelaki mendirikan sekolah buat calon seniman pangkas muda dari berbagai kota lain, termasuk narapidana. Tiap daerah seakan punya profesi stereotipenya masing-masing: Tegal dengan pedagang martabaknya, Pulau Madura menghasilkan pengusaha besi tua, sementara Garut memasok ahli pangkas rambut lelaki, menangani estetika jutaan kepala di republik ini. Kedigdayaan Garut dalam perkara potong-memotong rambut bisa ditengok hingga tiga dasawarsa lalu, saat bisnis ini masih lekat dengan singkatan plesetan DPR, alias Di bawah Pohon Rindang.
Rijal Fadillah alias abah atrox sedang memperhatikan siswa Baber School Abah Atrox sengan Praktek. (foto : Istimewa)

Sebutan itu bukan tanpa sebab. Dulu, seniman cukur tak selalu membuka jasa cukur rambut di lokasi permanen atau bekerja di barber shop di kota besar—seperti lazim kita temui sekarang. Banyak anggota 'DPR' memasang plang besar-besar bertuliskan “ASGAR”, akronim 'ASLI GARUT' sebagai jaminan mutu.

Sekarang bagi anda yang ingin memiliki keahlian mencukur, sekarang sekolah seniman pangkas rambut silahkan datang ke Barber School Abah Atrox di Jalan Adiwinata, Kampung Peundeuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Berada tak jauh dari Situ Bagendit, tempat kursus itu telah mencetak ratusan tukang cukur andal di sejumlah kota besar di Indonesia.

Sama halnya dengan lembaga non formal pada umumnya, barber school milik Rijal Fadilah yang sering dopanggil Abah Atrox ini memiliki sistem belajar sebanyak 35 kali pertemuan, terdiri dari 50 teori dan 50 persen praktik.

Abah Atrox sedang memberi pengajaran cara mencuci rambut kepada anak didiknya

Beberapa materi yang diajarkan oleh Abah Atrox kepada anak didiknya tersebut dari mulai menganalisis bentuk wajah, teknik memotong, sampai memanjakan para pelanggan dengan cara pijit setelah dicukur.

Abah Atrox mengatakan, lembaga kursusnya ini telah bersertifikat dan diakui oleh Persatuan Pangkas Rambut Garut (PPRG) sebagai wadah bagi ribuan tukang cukur asal Garut.

"Setelah lama di luar kota dan terkendala masalah kesehatan, saya putuskan untuk pulang karena mendapat dukungan dari kawan-kawan agar membuka sekolah cukur," kata Abah Atrox kepada 60menit.co.id  di barber school miliknya, Selasa (17/12)

Ia mengatakan, anak didiknya tersebut tidak hanya berasal dari Garut saja, melainkan dari sejumlah kota di Indonesia, di antaranya Bandung, Jakarta, Sukabumi, dan Padang.

"Banyak dari luar, saya sediakan tempat untuk mereka menginap," katanya.
Salah seorang pengajar sedang mengajaekan cara memotong rambut kepada anak didik Baber School Abah Atrox

Setelah selesai mendapatkan materi tentang percukuran, Abah Atrox mengatakan, anak didiknya tersebut tidak lantas dibiarkan begitu saja oleh dirinya.

"Sudah banyak lulusan yang kami salurkan ke barber shop ternama hampir di semua daerah di Indonesia," katanya.

Alif Lukman Nurhakim salah seorang staf pengajar di Barber School Abah Atok menambahkan "di Baber School Abah Atrok kita sering mengadakan Bakti Sosial ke sekolah-sekolah atau kerjasama dengan organisasi lain seperti Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK KIM) Kabupaten Garut yang mana bakti sosial ini dapat dipakai sebagai ajang praktek mencukur rambut siswa di sekolah barber school Abah Atrok ini, apalagi praktek yang dilakukan setiap hari, untuk melatih mental mereka,” kata Alif Lukman Nurhakim.

"Kita bisa melihat anak didik Baber School Abah Atrok sejauh mana mereka menerima dan mempraktekan hasil dari pendidikan mencukur terutama dalam tahan dengan mencukur banyak orang." pungkasnya. (Djie) bisa melihat anak didik Baber School Abah Atrok sejauh mana mereka menerima dan mempraktekan hasil dari pendidikan mencukur terutama dalam tahan dengan mencukur banyak orang." pungkasnya. (Djie)