Warga Sorot Sampah Pampres di Depan Rumah di Karoka' Tator Memprihatinkan
-->

Advertisement Adsense

Warga Sorot Sampah Pampres di Depan Rumah di Karoka' Tator Memprihatinkan

60menit.com
Senin, 25 Mei 2026

Ceceran sampah (ilustrasi)


60MENIT.co.id, Toraja Utara | Tumpukan sampah (Pampers- red, popok sekali pakai yang digunakan untuk menyerap dan menampung air seni serta kotoran bayi), di samping rumah warga RT Karoka' Lingkungan Limbu Kelurahan Sarira Kecamatan Makale Utara Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan semakin meresahkan warga. 


Warga menyebut sudah lebih dari seminggu sampah tersebut tanpa tuan yang menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi menyebarkan penyakit. Kondisi ini mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama bagi para pemilik rumah yang khawatir akan dampaknya terhadap anak-anak mereka..


Warga Karoka' sebut saja, Indo' Lai, mengungkapkan keluhannya. Ia mengatakan biasanya Sampah itu menumpuk, bahkan ada yang membusuk dipenuhi lalat dan belatung. Ini sangat mengganggu kami,” ujarnya dengan nada kesal.


Tak tahan dengan situasi ini, beberapa warga menyampaikan ke awak media Mereka khawatir penumpukan ini semakin parah jika tidak segera ditangani. Selain menimbulkan bau busuk yang mengganggu, tumpukan sampah juga berisiko menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.


Keluhan serupa juga disampaikan, Ambe' Natan warga Limbu. Ia mengaku resah karena sampah popok di samping rumahnya. 


Ia menambahkan, permasalahan ini juga berdampak pada lingkungan sekitar. Tumpukan sampah dalam waktu lama mengundang serangga dan tikus, yang dapat membawa berbagai penyakit. adanya peningkatan jumlah lalat dan kecoa di rumah mereka akibat kondisi ini.


"Kami juga mohon kepada kita yang punya anak kecil khusus yang masih pake pempress jangan di buang di sekitar rumah kami jangan sampai saya tau orangnya saya buang balik ke depan rumah yang buang sembarang," tutur Ambe' Natan.


Sementara itu, sejumlah warga menduga sampah ini terkait dengan masalah kurangnya pendidikan warga yang membuangnya.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab utama permasalahan ini. Warga hanya berharap masalah ini bisa segera ditangani pihak pemerintah sebelum semakin parah.


Warga juga meminta pemerintah segera mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan ini. Mereka berharap pihak terkait menjalankan instruksi Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg tentang Take Line "MASERO" tujuannya agar layanan kebersihan lingkungan tetap terjaga.


Jika dibiarkan berlarut-larut, permasalahan sampah ini bukan hanya berdampak pada kenyamanan dan kesehatan warga, tetapi juga citra Kabupaten Tana Toraja sebagai salah satu kawasan destinasi Pariwisata. Pemerintah dan pihak terkait perlu segera bertindak agar kondisi ini tidak semakin memburuk.    


(sal)