KKB Kian Beringas, Srikandi Papua Ini Kutuk Keras
-->

Advertisement Adsense

KKB Kian Beringas, Srikandi Papua Ini Kutuk Keras

60 MENIT
Minggu, 18 April 2021

60menit.co.id

60MENIT.co.id, Jakarta | Aksi kejahatan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua, kian beringas. Kelompok ini terus bergerak melancarkan aksi biadabnya dengan membunuh rakyat sipil. Tindakannya keji dan melanggar HAM (hak-hak asasi manusia). Terakhir yang jadi korban hingga tewas, seorang siswa kelas 2 SMA bernama Ali Mom (16) di Kampung Wuloni Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Kamis, 15 April 2021. 


Dengan peristiwa tersebut, sudah 4 warga sipil yang menjadi korban kebiadaban mereka. Sebelumya, dua orang guru yakni Oktavianus Rayo dan Yonathan Renden serta seorang tukang ojek bernama Udin. Ketiganya tewas tertembak. Selain membunuh, seperti dilansir media cyber lokal, KKB melancarkan aksi teror dengan membakar sekolah, rumah guru, memeras warga dan membakar helikopter. Aparat Kepolisian dengan dibantu TNI tidak tinggal diam.


Mereka terus mengejar personil KKB ke basis persembunyiannya. Pemerintah pusat memberi atensi penuh atas kejadian di Papua ini. Berbagai pihak pun mengencam keras tindakan KKB yang dinilai sudah melewati batas norma adat dan hukum yang berlaku. Salah satu yang mengecam ini adalah Wakil Ketua Umum Direktorat Pimpinan Nasional Garuda Bakti Nusantara, Decy Violent. Ia mengutuk keras KKB atas perlakuan biadabnya.


"Aku ikuti berita tentang KKB kelompok kriminal bersenjata di Papua sangat tidak manusiawi sekali, apa yang mereka perbuat kepada rakyat sipil," ujarnya via WhatsApp (WA), Sabtu kemarin (17/4). Sebagai perempuan, Srikandi Papua ini seolah menegaskan tidak mentolerir kekejian yang dilakukan KKB. Ini berarti tindak kriminal yang dilakukan, seperti halnya kasus-kasus kejahatan lainnya, harus berkonsekuensi hukum. 


(anto)