HUT ke-78 Kabupaten Subang: Paguyuban Sundawani Wirabuana Ucapkan Selamat Sekaligus Catatan Kritis untuk Pemerintahannya
-->

Advertisement Adsense

HUT ke-78 Kabupaten Subang: Paguyuban Sundawani Wirabuana Ucapkan Selamat Sekaligus Catatan Kritis untuk Pemerintahannya

60menit.com
Senin, 06 April 2026

 

Logo Sundawani Wirabuana Subang (ridho)


60Menit.co.id, Subang | Momentum Hari Jadi Kabupaten Subang yang ke-78 pada tahun 2026 ini menjadi perhatian serius dari DPD Paguyuban Sundawani Wirabuana Kabupaten Subang. Sebagai salah satu elemen masyarakat yang peduli terhadap kelestarian budaya dan kemajuan daerah, Sundawani Wirabuana menyampaikan pesan reflektif bagi jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Subang Senin (06/04/2026)


Apresiasi dan Harapan di Usia Ke-78

Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian Kabupaten Subang hingga detik ini. Di usia yang semakin matang, Subang dinilai memiliki potensi luar biasa, terutama dengan hadirnya proyek strategis nasional yang harus mampu disejahterakan untuk warga lokal.


Kami keluarga besar paguyuban sundawani wirabuana mengucapkan selamat hari jadi ke-78 untuk kabupaten Subang. Subang Ngamumule, Subang Baberah. semoga di usia ini, Subang benar-benar menjadi rumah yang nyaman dan mensejahterakan bagi seluruh rakyatnya, bukan hanya bagi golongan tertentu," ungkap Yosep 


Poin Kritik dan Evaluasi: 

"Jangan Sampai Jati Diri Terkikis"

Meski memberikan apresiasi, Sundawani Wirabuana juga memberikan raport merah pada beberapa sektor yang dianggap luput dari perhatian serius pemerintah daerah. Berikut adalah poin-poin kritik yang disampaikan:


Pelestarian Nilai Budaya: 

Sundawani menyoroti mulai lunturnya nilai-nilai kearifan lokal di tengah industrialisasi yang masif. Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga penguatan Karakter Sunda di lembaga pendidikan dan instansi publik.


Kesenjangan Sosial dan Lapangan Kerja: 

Maraknya industri di Subang harus dibarengi dengan proteksi tenaga kerja lokal yang nyata. Sundawani mendesak agar warga asli Subang tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.


Infrastruktur dan Lingkungan: Masalah klasik seperti kerusakan jalan di wilayah pelosok dan pengawasan terhadap dampak lingkungan dari pembangunan industri harus diperketat agar tidak merugikan petani dan ekosistem lokal.


Komitmen Mengawal Kebijakan Sundawani Wirabuana menegaskan bahwa kritik yang disampaikan adalah bentuk kecintaan terhadap tanah kelahiran. Sebagai kontrol sosial, paguyuban ini berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat kecil (wong cilik).

"Kami tidak ingin perayaan HUT ke-78 ini hanya menjadi seremoni mewah tanpa makna. Kami menagih janji perubahan yang nyata. Ulah dugi ka jati kasilih ku punti (Jangan sampai warga asli tersisih oleh pendatang / kepentingan luar)," pungkas Yosep.


(Ridho)