![]() |
| Tampak gambar, Kakek Yunus didampingi salah seorang anggota keluarga korban (sal) |
60MENIT.co.id, Toraja Utara | Keluarga korban Dugaan pelaku penganiayaan anak (red-Nenek korban), memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut.
Nenek korban mengaku khilaf. Ia juga mengaku spontan melakukan terhadap bocah perempuan berumur 5 tahun, karena kaget saat melihat korban membanting adiknya yang masih balita.
"Saya pusing, karena capek habis kerja didapur tiba-tiba melihat korban membanting adiknya dari kereta dorong (stroller)," ucap Yunus kakek korban dalam jumpa pers di kantor PWI Toraja Utara Rabu (15/07/2026).
Nenek korban mengaku kaget saat melihat korban membanting adiknya dari kereta sehingga spontan memukulnya dengan lidi dengan maksud memberi pelajaran supaya tidak mengganggu adiknya lagi dan itupun hanya dilakukan satu kali
"Saya minta maaf sekiranya itu dianggap salah, tetapi jujur saya mau katakan itu spontanitas karena kaget melihat korban membanting adiknya, ucapnya lagi.
"Dalam kasus ini, kami juga menjadi korban bully dari medsos yang telah menghakimi melakukan penganiayaan dan kekerasan. Padahal hanya memberi tindakan pembelajaran supaya korban tidak melakukan hal sama lagi, bahkan kami terus diteror oleh warganet," ungkap salah seorang keluarga yang namanya enggan disebut.
Kami berharap orang yang mengambil dan mengedit serta memposting gambar dari peristiwa ini sehingga terkesan seolah olah ada unsur kekerasan supaya segera minta maaf kepada keluarga.
Ia menambahkan, lagian masalah ini sudah ditangani oleh petugas dan dinyatakan tidak ada unsur kekerasan dan dinyatakan masalanya selesai
tetapi sengaja dibesar-besarkan oleh orang-orang yang membenci keluarga kami," pungkasnya.
(sal)



