![]() |
| Suasana kondisi antrean di SPBU Karassik, Kecamatan Rantepao Toraja Utara (sal) |
60MENIT.co.id, Toraja Utara | Kordinator Lembaga Corong Rakyat Indonesia Sulawesi Selatan (Corakindo) Awaluddin Anwar, menyebut Antrean panjang kendaraan yang dilaporkan mengular di SPBU Karassik, Kecamatan Rantepao Toraja Utara, harus ditindak tegas oleh APH.
Kondisi penumpukan kendaraan di jalur poros nasional ini memicu kemacetan parah di rute utama Makale Rantepao hingga membuat para pengguna jalan resah, ucapnya pada awak media ini, Kamis dan Jum'at (9-10/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, deretan kendaraan roda empat hingga truk-truk bertubuh besar tampak mengantre hingga meluber ke bahu jalan. Ekor antrean yang memanjang tersebut otomatis mempersempit ruang gerak kendaraan lain yang hendak melintas, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah tersendat.
Kemacetan yang dipicu oleh antrean pengisian bahan bakar jenis solar dan pertalite subsidi ini menuai keluhan dari para pengendara. Salah seorang pengguna jalan, Adriana Sonda (42), mengaku sangat terganggu dengan kondisi arus lalu lintas yang tersendat akibat antrean kendaraan yang meluber hingga ke jalan raya.
Menurut Awaluddin, fenomena ini tidak sekadar urusan antre melainkan menunjukkan adanya kegagalan tata kelola dan lemahnya koordinasi antarinstansi.
Harus dipahami jalan lintas ini merupakan public goods sebagai barang publik milik bersama, maka tidak bisa dikuasai satu entitas untuk kepentingannya. Maka ruang publik ini harus dikelola bersama, terutama Dishub Pemerintah Kabupaten dan Satpol PP sebagai leading sector.
“Pemerintah juga jangan selalu menganggap realitas ini ulah sopir truk saja, tetapi sebenarnya lemahnya koordinasi dan pengawasan antarsektor ketika memahami kelangkaan BBM untuk truk. Pemetaan yang lemah dan tidak cepat dalam mengambil tindakan dan koordinasi sehingga terjadi praktik membuat aturan informal, di mana siapa cepat dia dapat, siapa menguasai ruang dia untung," ungkapnya lagi.
Sementara seorang pengendara, Ardian juga mengeluhkan antrean panjang ini.
"Resah sekali Mas, sudah dua hari ini setiap lewat jalur sini pasti kejebak macet. Sore ini antreannya panjang sampai keluar ke jalan, jadi bikin jalanan menyempit dan macet. Harusnya ada penertiban supaya antreannya tidak mengganggu pengguna jalan lain," ujar warga lain, Ardian dengan nada kesal saat ditemui di lokasi, Jum'at (10/7/2026).
Keluhan senada juga diungkapkan oleh pengendara lainnya. Selain menghambat aktivitas warga, situasi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Sebab, banyak kendaraan lain yang terpaksa mendadak memperlambat laju atau berpindah lajur demi menghindari ekor antrean SPBU.
Penumpukan kendaraan ini diduga kuat terjadi akibat sulitnya masyarakat untuk mendapatkan solar bersubsidi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan di lapangan pada siang kemarin, stok solar subsidi diduga kurang.
Stok Solar Subsidi di SPBU Karassik Tipis, Antrean Truk Mengular.
Kondisi kelangkaan pasokan ini membuat para sopir langsung menyerbu SPBU Karassik tanpa memedulikan panjangnya antrean.
"Sulit mau beli solar subsidi. Sehingga disaat ada SPBU yang ada solarnya langsung dipenuhi kendaraan untuk antre hingga panjang," ucap salah seorang sopir, sahar.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar SPBU Karassik masih terpantau padat merayap. Pengguna jalan berharap pihak otoritas terkait serta aparat kepolisian segera turun tangan ke lapangan guna mengatur jalannya antrean agar tidak terus-menerus menimbulkan kemacetan yang merugikan publik.
Pihak SPBU Karassik saat dikonfirmasi enggan berkomentar.
(sal)



