![]() |
| Patung Yang berdiri dihalaman Gereja Toraja Jemaat Pasele (sal) |
60MENIT.co.id, Toraja Utara | Warga masyarakat dan warga Gereja Toraja Jemaat Pasele kelurahan Pasele Kecamatan Rantepao mengecam tindakan perusakan dan penodaan patung Yesus Kristus di halaman Gereja Toraja Jemaat Pasele, mereka sambil menyerukan tindakan tegas Polres Toraja Utara terhadap para pelaku dan meminta perlindungan.
Para pelaku berjumlah 3 orang yang tak dikenal ingin merusak patung tetapi hanya pot bunga yang rusak. Insiden tersebut memicu kemarahan di kalangan umat Gereja Toraja Jemaat Pasele setempat.
“Tindakan gila ini telah sangat melukai sentimen keagamaan kami, yang bergereja dan berkumpul di gereja ini untuk berdoa dan memberi penghormatan,” kata Arnol Tokoh Pemuda Pasele.
Arnol Hutasoit menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut.
“saya menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam tindakan vandalisme yang disengaja ini terhadap situs-situs suci Kristen,” katanya pada awak media, Kamis (16/07/2026).
Ia mengatakan bahwa ini bukanlah tindakan kenakalan yang terisolasi, tetapi serangan yang ditargetkan yang diduga pada sentimen keagamaan dan semangat hidup berdampingan secara damai yang telah lama kami bina.
Patung yang berdiri bebas di halaman Gereja, adalah pemandangan umum di Pasele dan dikaitkan dengan penghormatan bagi Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik.
Lebih dari sekadar tujuan devosi, Patung Tuhan Yesus ini dipandang sebagai penanda sejarah dan identitas komunitas, karena setiap generasi penduduk desa berdoa di hadapannya untuk mendapatkan perlindungan.
![]() |
| Tampak suasana halaman Gereja Gereja Toraja Jemaat Pasele (sal) |
Arnol meminta penyelidikan menyeluruh akan kasus ini.
Mereka juga mendesak pemerintah untuk menangani tindakan-tindakan ini dengan serius sebagaimana mestinya menurut hukum dan memastikan keselamatan dan perlindungan semua tempat ibadah di seluruh Toraja Utara.
“Kami ingin menegaskan bahwa komunitas kami tidak akan terintimidasi dan iman kami tidak berkurang karena penghancuran pengrusakan ini,” demikian pernyataan mereka, seraya menambahkan, “Kami akan terus berdoa, melayani, dan berdiri dalam solidaritas dengan semua orang yang berkehendak baik.” tegas Arnol.
Ia menambahkan, Setiap tindakan penodaan yang ditujukan terhadap simbol-simbol keagamaan bukanlah sekadar tindakan vandalisme tetapi serangan serius terhadap sentimen keagamaan seluruh komunitas,” kata Pimenta, seraya menambahkan bahwa insiden semacam itu berpotensi mengganggu kerukunan antar umat beragama dan menciptakan ketegangan yang tidak perlu dalam masyarakat.
Disebutkan juga pola serangan terhadap simbol-simbol mendalam iman kami dalam kasus ini sangat mengkhawatirkan.
"Kami menyaksikan pola yang meresahkan di mana patung, salib, dan simbol-simbol keagamaan lainnya yang terkait dengan komunitas Kristen berulang kali menjadi sasaran dan dirusak di berbagai lokasi,” kata Arnol menutup pembicaraan.
(sal)




