Akibat SPBU Salah Isi Bahan Bakar, Mobil Rubbicon Rusak Total

Advertisement

Akibat SPBU Salah Isi Bahan Bakar, Mobil Rubbicon Rusak Total

60 MENIT
Rabu, 16 Oktober 2019

60Menit.co.id - SPBU uanh Salah Isi Bahan Bakar, mengakibatkan Mobil Rubbicon Rusak Total, Senin (14/10/2019)

60MENIT.CO.ID ☐ Setelah melakukan pengisian BBM di Salahsatu SPBU di Jalan Pasteur, Bandung, bulan Agustus yang lalu, mobil Wrangler milik Shally mengalami kerusakan fatal sehingga kendaraannya tidak bisa jalan.

“Seusai melakukan pengisian bahan bakar di salahsatu SPBU di daerah Terusan Pasteur, ketika tiba diwilayah Lemah Neungneut menuju kediaman di daerah Setraduta, mobil kami jalannya mulai tidak normal bahkan di gaspun melajunya tersendat-sendat, kamipun memaksakan jalan terus, dan setibanya di rumah, mobil kamipun mati total,” tandas Sally kepada para awak media bertempat di salahsatu cafe di Bandung, Senin (14/10).

“Suami sayapun merasa heran dan curiga, karena mobil kami selama ini dalam keadaan sehat, jangan-jangan staf SPBU tersebut salah mengisikan bahan bakar yang kami pesankan,” kata Sally.

60Menit.co.id - Nugraha (manager shell)
Saat dirinya melakukan konfirmasi ke pihak SPBU dan kenyataannya memang mobil kami diisi dengan bahan bakar yang tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga mengakibatkan mogok.

“Pemilik SPBU tersebut ketika menghubungi saya seolah-olah berpangku tangan dan melemparkan kesalahan kepada operatornya, bahkan dia (*Pemilik SPBU-red) menyebutkan bahwa sesuai aturan brand SPBU, jika ada kesalahan yang diakibatkan kelalaian karyawan sehingga rusaknya kendaraan milik konsumen adalah mutlak tanggung jawab karyawan tersebut,” terang Sally.

Lebihlanjut Sally mengatakan, setelah adu argumentasi yang cukup alot dengan L (Pemilik SPBU), mereka hanya menyanggupi untuk menguras dan memasukan mobil kami ke bengkel dan sayapun menolak, karena saya menginginkan mobil saya dalam keadaan utuh. Logikanya, yang namanya mobil sudah mengalami kerusakan dan perbaikan pasti tidak bakalan normal, saya memilih opsi ganti mobil saya dengan kondisi dan jenis yang sama atau dibeli sama L.

"terus membujuk bahkan yang lebih parahnya nasihatin saya agar menjual mobil ke oranglain dengan tidak memberikan informasi yang sesungguhnya akan kondisi sesungguhnya, hal itu jelas kami tolak, karena kami tidak mau dikemudian hari akan bermasalah dengan hukum,” tegas Sally.

“Karena proses penyelesaian diduga tidak mendapatkan titik temu, kami telah konsultasi dengan BPSK dan akan memperkarakan SPBU tersebut,” tutup Sally.

(*)