![]() |
| 2 ruas jalan ini yang tersentuh pengaspalan paket Rehabilitasi Jalan Kota Rantepao tahun anggaran 2025 senilai Rp400 juta lebih. (dok.60menit.co.id) |
60Menit.co.id, Jakarta | Pemberitaan mengenai dugaan penggunaan aspal tipis pada proyek Rehabilitasi Jalan Dalam Kota Rantepao tahun anggaran 2025 senilai Rp449.221.783,70 atau Rp400 juta lebih dikerja PT. BPCET yang beralamat di Jl. Goa Ria No. 4 Makassar, seperti dirilis sebelumnya, mengalami koreksi.
Kalau sebelumnya diberitakan jalan yang dikerja ada 4 ruas yakni Jl Taruna, Jl Pacuan Kuda, Jl S Parman, dan Jl Merdeka, setelah melalui penelusuran kembali, ternyata hanya ada ruas yakni Jl Merdeka dan Jl S Parman dari anggaran sebesar Rp400 juta lebih itu.
Data ini disampaikan PPK John M.T. Randa Bunga, ST kepada redaksi media ini, melalui pesan WhatsApp (WA), dari gedung Kejati Sulsel di Makassar, Selasa siang (6/1). Menurut dia, cuma ada 2 ruas jalan yang disentuh paket Rehabilitasi Jalan Dalam Kota Rantepao, yakni Jl Merdeka dan Jl S Parman. Sedang ruas lain yang dilansir sebelumnya, seperti Jl Taruna, menurut Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, aspalnya gratis.
“Trial mix ini. Tidak tender itu Bro. Trial mix gratis dari penyedia. Yang trial mix di jln Serang, depan hotel Santai dan jalan Taruna,” ujar orang nomor satu di Torut ini merespon berita soal proyek tersebut yang dishare ke akun WA-nya. Sementara itu, PPK, John, ketika ditanya panjang masing-masing 2 ruas jalan paket Rehabilitasi Jalan Dalam Kota Rantepao itu, mengatakan, pihaknya akan menanyakannya ke konsultan pengawas lebih dulu.
“Jl Merdeka panjang realisasi dikerja 173 meter dan Jl S Parman 145 meter,” bunyi pesan John, meneruskan WA dari konsultan pengawas. Sang Pengawas, Rian, ketika dihubungi, membenarkan ke-2 ruas jalan tersebut. “Total volume dua ruas jalan itu rencana awalnya 172,93 m3 aspal tapi realisasinya 173,13 m3 dengan AC-WC tadinya ketebalannya 4 centi setelah di-core menjadi paling tipis 4,2 centi,” jelas Rian ketika dihubungi lewat handphone, siang ini (6/1).
AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) adalah lapisan aspal teratas pada konstruksi jalan, berfungsi sebagai lapisan aus yang paling bersentuhan langsung dengan roda kendaraan dan cuaca, memiliki tekstur lebih halus dan keras, dirancang untuk tahan aus serta kondisi cuaca ekstrim dan terdiri dari campuran agregat, aspal dan filler. “Harus ditentukan speknya dulu untuk menentukan ketebalan, jangan bilang rencana. Kemudian apa iya tebalnya 4,2 centi itu aspal, AC-WCnya, dengan menghabiskan 173,13 m3. Ini yang harus ditelusuri benarkah habis segitu,” tegas Davidson, aktivis Toraja Transparansi, dari Makassar.
Ia mengestimasi, andai saja ketebalan aspal itu 4 centi, maka dapat dihitung total volume kali harga aspal per metrik ton. “Misalnya volume sebesar 173,13 m3 dikali harga per metrik ton aspal. Let’s say harganya Rp1.390.000 untuk jenis umum maka hasilnya didapatkan Rp240.650.700 dari total anggaran 400 juta lebih. Harga aspal bervariasi tergantung jenisnya, semakin spesifik aspal semakin tinggi harganya,” beber Davidson mengurai lebih jauh.
(anto)



