Dipukul Saat Bertugas, Corong Rakyat Indonesia Meminta APH Tindak Tegas Pelaku
-->

Advertisement Adsense

Dipukul Saat Bertugas, Corong Rakyat Indonesia Meminta APH Tindak Tegas Pelaku

60 MENIT
Kamis, 08 Januari 2026

Foto dampak korban Kekerasan terhadap tenaga kesehatan (Oki)


60Menit.co.id, Toraja Utara  | Kekerasan terhadap tenaga kesehatan kembali mencuat di Kota Rantepao Kabupaten Toraja Utara. Seorang perawat RS Elim, (Lambang) menjadi korban pemukulan oleh salah satu keluarga pasien yang datang pada Sabtu dini hari, 3/1/2025.


Mirisnya, pelaku kekerasan yang berinisial WP (22) diduga dibawah pengaruh minuman keras.


Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap nakes di Indonesia.


Para pemerhati kesehatan dan masyarakat sipil mendesak adanya langkah konkret dari pihak berwenang untuk memperketat keamanan di fasilitas pelayanan kesehatan serta menindak tegas pelaku intimidasi dan kekerasan terhadap petugas medis


Dokter Yain Panggalo Manager Pelayanan Medik dan Keperawatan Mewakili Direktur,


Menyampaikan kronologis saat jumpa pers bersama wartawan, Ia menjelaskan kejadian bermula saat seorang pasien datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Elim Rantepao sekitar pukul 03.00 Wita, dini hari.


Pelaku awalnya mengantar temannya ke rumah sakit usai mengalami kecelakaan. Namun saat di UGD RS Elim Rantepao, pelaku ribut sehingga mengganggu pasien lain.


"Teman pelaku mengalami kecelakaan dan mengalami luka robek dibawah ke rumah sakit dan pelaku ribut di sekitar UGD, diingatkan oleh petugas nakes untuk tidak ribut," ungkap dr. Yain.


Saat itu, korban Lambang yang mengingatkan WP agar lebih tenang, Namun WP yang diduga dalam pengaruh minuman keras terlibat cekcok dengan korban.


Alih-alih menerima teguran, WP malah melakukan tindakan pemukulan terhadap Lambang (korban).


Akibat peristiwa itu korban mengalami luka lebam pada wajah.


Yain Panggalo mendesak kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, Para pemberi kerja disektor jasa kesehatan untuk senantiasa memberikan perlindungan, keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama kepada seluruh Perawat, dan tenaga kesehatan tanpa kecuali selama menjalankan tugas kemanusiaan


Hal senada disampaikan Corong Rakyat Indonesia (CORAKINDO) lewat Pembinanya Awaluddin Anwar sangat menyayangkan pemukulan terhadap perawat di RS Elim Rantepao Toraja Utara.


"apapun alasannya tindakan kekerasan terhadap petugas medis tidak dibenarkan, kami meminta APH segera memproses keluarga pasien yg melakukan pemukulan," tegas Awaluddin Anwar.


Suasana rapat kendali penganiayaan.


Sementara Pramita Tandi Rerung. Ners, Ketua PPNI Toraja Utara, menegaskan


Perawat adalah Garda terdepan sekaligus menjadi benteng pertahanan terakhir dimasa pandemi terjadi, tidak sepatutnya Pengabdianya mendapat perlakuan yang tidak pantas


Ia memastikan seluruh masyarakat telah diberikan layanan Asuhan Keperawatan berdasarkan doktrin, kode etik, sumpah profesi yang tertanam sejak menjadi seorang perawat dengan semangat jiwa nasionalisme yang tinggi, tulus ikhlas mengutamakan kepentingan pasien dan kepentingan kemanusiaan diatas kepentingan pribadinya


"Kami Mengecam keras atas response Penganiayaan dari oknum masyarakat di RS Elim Rantepao, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan kepada seorang professional perawat yang telah berjibaku mempertaruhkan nyawa dengan segala resiko demi kepentingan kemanusiaan'" ucapnya.


Mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses setiap tindakan kekerasan terhadap perawat yang bertugas pada kasus yang menimpa Lambang Budianto dan Sandi sampai dengan tuntas


(Oki)