DODOL HADIDJAH GARUT MELEBARKAN SAYAP KE BISNIS MADU

Advertisement Adsense

DODOL HADIDJAH GARUT MELEBARKAN SAYAP KE BISNIS MADU

Wak Puji
Rabu, 11 Maret 2020


60menit.com, Garut - Konsumen cenderung memandang sebelah mata madu lokal karena kualitasnya dianggap tidak bagus. Daya saing madu lokal yang rendah mengundang madu impor untuk mengisi celah bisnis ini. Contohnya, Manuka Honey buatan Selandia Baru yang digemari konsumen.

Produsen madu Indonesia pun kalah bersaing, terutama di segmen madu premium. Inilah salah satu faktor pendorong H. Ivan Gunawan belajar menekuni bisnis madu yang membidik pasar madu premium. “Madu lokal, kemasannya tidak bagus dan madunya dicampur dengan (unsur) yang lain,” ujar pengusaha dodol Hadidjah ini saat ditemui 60menit.com di jl. Ciledug.


Ivan melihat adanya celah di bisnis madu premium lantaran rentang harga antara madu lokal dan madu impor sangat jauh. "Harga madu lokal ramah di kantong konsumen. Sebaliknya, madu impor tergolong mahal. Maka, pada tahun 2000 setelah sekian tahun menggeluti dodol di daerah pakenjeng garut, " katanya.

Cerita singkat mengapa H. Ivan tertarik usaha madu suatu kretika melihat ada seorang bapak menawarkan madu pada Ivan, terbersit dibenaknya bahwa madu yang ditawarkan kepadanya adalah madu yang sangat berkualitas dan mengajak bapak Arp Hidayat warga Kp. Kondang Kec. Cisompet Kab. Garut yang baru tahu namanya untuk bekerjasama dalam bisnis madu berkualitas premium.


" waktu itu saya masih mengolah pembuatan dodol dan saya mencoba untuk menabah usaha, makanya saya mencoba bekerjasama dengan pak aep untuk memgembangkan usaha madu itu" kata H Ivan dalam wawancara dengan 60menit.com.


Kala itu, volume produksinya masih terbatas. Konsumen didekati satu per satu untuk menjajaki pasar madu premium. Pelan-pelan, ia mengedukasi konsumen mengenai madu lokal berkualitas premium ini. Akhirnya, madunya pun laris manis dengan merk Bunga Mekar dengan berlabel Halal.

Lantas, ia meningkatkan volume produksi bersama bapak aep. Caranya, menggandeng peternak lebah sebagai mitra bisnis. Karena itu pemilik dodol Hodidjah ini blusukan ke berbagai sentra peternakan lebah di Garut selatan untuk menyaksikan proses membuat madu secara organik. 

“Allhamdulillah setelah kami banyak belajar memggeluti bisnis madu ternyata banyak yang tertarik dengan usaha kami yang dijalankan ,” H. Ivan menuturkan. 

Untuk penjualan madu khas Garut Selatan, Ivan hanya  berhasil menembus sejumlah pertokoan di kabupaten Garut dengan harga yang tetjangkau di labupaten Garut.


Menurut Ivan, Bunga Mekar menggarap pasar madu premium karena adanya perubahan gaya hidup sehat masyarakat kelas menengah yang menginginkan makanan-minuman yang sehat dan organik. ”Madu yang kami produksi diproduksi di lahan yang bebas pestisida dan bahan kimia. Kami melakukan metode organik, walaupun belum disertifikasi organik,” tutur ivan.

Produk madu yang dikeluarkan Bunga Mekar banyak variannya diantaranya Madu Hitam/Pahit, Madu Putih, Madu Odeng, Madu Kelengkeng dan Madu Kaliandra. Produk madu tersebut fibagi menjadi 2 kemasan menggunakan botol Ukuran 850 ml dan botol ukuran 350 ml.

Yang paling menarik dari usaha madu ini H. Ivan Gunawan mengambil inisiatif dari penjualan madu ini disumbangkan pada kegiatan Subuh Akbar Mesjid Agung Garut sebesar 10%.

"Saya pribadi setelah sekian tahun menggeluti bidang madu saya mengiklaskan pendapatan dari penjualan madu ini kepada kegiatan Subuh Akbar sebesar 10%, mangkanya untuk label botol madu untuk Subuh Akbar bukan Bunga Mekar tetapi Subuh Akbar, " tandasnya.


Agar bisnisnya menggelinding mulus, Ivan memiliki perencanaan kedepan Madu  dikeluarkan oleh Perusahaan dodol Hadidjah  yang menaungi Bunga Mekar dan Subuh Akbar. “Untuk penjualan, dibandingkan dengan pemain madu yang sudah besar, kami masih jauh sekali. Skala kami masih startup. perusahaan Hadidjah ini untuk growth, kami berharap penjualan di tahun ini bisa tumbuh  dan lalu belum terlalu agresif,” ia memerinci. 

Sekarang, secara global, permintaan madu semakin meningkat. Ini karena masyarakat kian peduli gaya hidup sehat. Di sisi lain, fenomena global yang terjadi: koloni lebah mulai menurun akibat penggunaan pestisida yang berlebihan dan deforestation. “Supply madu semakin sedikit, sedangkan demand-nya naik secara global,” Pungkas Ivan Gunawan sebagai Owner di salah satu caffe Kopi Joger di Garut. (Djie)