DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut menyerahkan 60 Paket bagi Guru Honorer

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut menyerahkan 60 Paket bagi Guru Honorer

Wak Puji
Minggu, 03 Mei 2020


60menit.com, Garut - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut salurkan bantuan sembako bagi para pengurus organisasi Pegawai guru honorer uang tergabung dalam Forum Aliansi Guru dan Karyawan Kabupaten Garut (FAGAR). Kegiatan tersrbut srkaligud memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2020.

Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi, mengungkapkan, apresiasi atas bantuan yang diberikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut. menurutnya, saat ini sejumlah pegawai honorer turut terdampak dengan situasi dan kondisi saat ini.


"Kami sangat mengapresiasi apa yang telah diberikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut yang disampaikan langsung oleh Ketua yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Harut. Honorer tengah kebingungan terutama dalam hal kesejahteraan. Berbagai kebijakan penangan Covid-19 sangat terasa dampaknya sangat jelas, termasuk di daerah. Saat ini, tidak sedikitpun kebijakan pemerintah pusat maupun daerah menyentuh honorer," kata cecep di sekretariat Fagar, usai melakukan silahturahmi dengan anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan Yudha Puja Turnawan, Minggu (3/4/2020)

Menurutnya, sudah selayaknya para pegawai honorer yang juga mengabdikan dirinya kepada negara mendapatkan perhatian khusus, diantaranya dengan mengeluarkan kebijakan yang mengakomodir suara honorer saat ini, mengangkat honirer yang sudah dinyatakan lulys tes srleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) termasuk dalam aspek kesejahterannya.

sementara ini, kebijalan pemerintah terkait penaganan masalah ekonomi dampak covid-19 belum menyentuh pegawai honorer.

"Harapan kami ke pemerintah terkait dengan ketidakjelasan honorer hari ini, pemerintah baiknya mengeluarkan kebijakan terutama perubahan status mereka yang lulus PPPK baiknya diangkat, karena srkarang belum ada kejelasan. Ditengah wabah ini mudah-mudahan dapat perubahan status," katanya.


Sementara Anggota komisi IV DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, mengatakan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para guru honorer di momentum Hardiknas tahun ini.

"Ini rangkaian kita di komentum Hardiknas, hari ini kita salurkan bingkisan 60 paket bagi pengurus Fagar, mudah-mudahan ini bisa meringankan beban mereka," kaya Yudha.

Menurutnya, setiap bulannya mereka bekerja untuk negara, namun belum mendapat honor yang layak tiap bulannya. Maka dari itu, ditengah pamdemi ini sudah selayaknya pemerintah juga memperhatikan para pekerja honirer, termasuk membantu dari aspek kesejahteraan.

"Hari ini dana BTT setelah rapat dengan DPPKAD sudah 103 miliar. Kebijakan Pemda Pak Bupati dalam jaring pengaman sosial ini jiga harus kenjangkau guru honorer yang jumlahnya lebih dari 7 ribu dengan gaji Rp 300 ribu per hulan. Merrka kan tidak bisa mencari nafkah lain," katanya.

Lanjutnya, jaring pengamana sosial bisa diberikan dalam bentuk sembako maupun batuan tunai, terutama mereka yang tidak mendapat bantuan dalam program PKH.

Menurutnya, Bupati Garut bisa mengeluarkan kebijakan untuk memperhatikan honorer. Yudha menegaskan, masih sangat memungkinkan bantuan tersebut diberikan kepada warga yang tengah mengalami kesulitan ekonomi, termasuk untuk para pegawai honorer. (Djie)