Penyaluran BPNT BNI di Kersamanah Kembali Bermasalah, Tikor dan TKSK Lakukan Penunjukan Suplier
-->

Advertisement Adsense

Penyaluran BPNT BNI di Kersamanah Kembali Bermasalah, Tikor dan TKSK Lakukan Penunjukan Suplier

Wak Puji
Kamis, 10 September 2020

Ilustrasi BPNT

60menit.com, Garut - Penyaluran paket sembako program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan bank penyalur BNI, kembali bermasalah. Yang mana di beberapa agen yang ada di Kecamatan Kersamanah, selain penentuan suplier dilakukan oleh TKS dan Tim Koordinasi (Tikor) Kecamatan, penggesekan dilakukan terlebih dahulu sebelum komoditi ada di pihak agen sebagai penyalur.

Penggesekan kartu KPM seharusnya dilakukan setelah semua jenis barang yang akan diterima KPM ada di pihak agen. Nyatanya, hal tersebut tidak dilakukan. Bahkan terdapat empat agen BNI yang sudah beberapa bulan terakhir mesin EDC nya di non aktifkan oleh pihak Bank berdasarkan rekomendasi TKSK.

Sehingga untuk penggesekan kartu KPM, agen yang mesinnya dimatikan terpaksa dilakukan oleh agen lain. Ada pengakuan kalau penggesekan diatur oleh tim koordinasi (Tikor) tingkat Kecamatan.

"Saya sebenarnya bingung, untuk menentukan penggesekan. Termasuk dalam menentukan suplier sudah ditentukan oleh Tikor dan TKSK saat rapat," ujar salah satu agen BNI, Kamis (10/9/2020).

Dikatakannya, proses penggesekan dilakukan atas dasar penunjukan oleh pihak Tikor dan TKSK. Yang mana dengan alasan mesin tidak aktif yang dimiliki agen tetap desa tersebut.

Hal yang sama diungkapkan agen BNI lainnya, dalam penentuan suplier dalam rapat ditentukan oleh Tikor dan TKSK, seperti beras dan telor yang menyuplai dilakukan oleh Eri sedangkan buah-buahan dan sayur-sayuran dilakukan oleh suplier Dedi dan Neni.

"Dalam rapat sudah ditentukan supliernya, itu juga sempat menjadi perdebatan," singkatnya.