Hilangkan Pencemaran Ekoli, Bamin Sektor 22 Citarum Harum Sosialisasi ODF
-->

Advertisement Adsense

Hilangkan Pencemaran Ekoli, Bamin Sektor 22 Citarum Harum Sosialisasi ODF

60 MENIT
Kamis, 24 November 2022

Tampak Bamin Satgas Sektor 22 Citarum Harum (Serma Agung Setia Purnama, S.E.,) sedang memaparkan ODF dihadapan aparat Kelurahan Gumuruh dan Masyarakat, Kamis 24/11/2022 (Mg.Oleh)


60MENIT.co.id, Bandung | Mewakili Komandan Sektor 22, Serma Agung Setia Purnama, S.E. selaku Bamin Sektor 22 Satgas Citarum Harum melaksanakan sosialisasi dan edukasi pentingnya Open Difecation Free (ODF) kepada pelaku usaha rumah kost dan warga di wilayah Kelurahan Gumuruh.


Hadir di lokasi PasiOps, Bamin, Dansub 05 Sektor 22 Satgas Citarum Harum, Forum Badung Sehat, Ekbang Kecamatan Batununggal, Lurah Gumuruh, UPT Puskesmas Gumuruh, Ketua Forum Kecamatan Sehat, Perwakilan RW. 1 s/d 12, dan Pelaku usaha Kost/Kontrakan yang ad di wilayah Gumuruh.


Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang di laksanakan oleh Pemkot Bandung terkait percepatan ODF 100 % di Kota Bandung.


Kegiatan yang di hadiri pelaku usaha rumah kost ini, Serma Agung Setia Purnama memaparkan maksud dan tujuan sosialisasi dengan tema menyamakan suatu pemahaman dan adanya komitmen kepada pelaku usaha untuk membuat septic tank secara mandiri.


“Pelaku usaha wajib memperhatikan sisi ekologi selain sisi ekonomi, karena kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua". Ujar Agung.


Menurutnya, sungai merupakan etalase peradaban, sehingga cermin dari masyarakat terlihat dari kondisi sungai dan kebersihan lingkungan, keadaanya ini akan menjamin sebuah prilaku, karakter dan kepribadian masyarakat di lingkungan tersebut.


Tentang peradaban, Bamin Satgas Sektor 22 mengimplementasikan landasan filosofinya, “Perihal permasalahan lingkungan berbicara tentang peradaban dan perilaku manusia, ciri diri yang baik terlihat dari sisi toiletnya dan ciri sungai yang baik tercermin dari sungainya". Ujarnya.


Lebih lanjut Agung menuturkan hal serupa di sesuaikan dengan letak ekologis Kota Bandung. Sosiologi ini Bandung merupakan penyangga ibu kota, sisi pariwisata begitu menjadi daya tarik namun sangat ironis apabila dilihat dari pencemaran rumah tangganya.


“Pendisiplinan ini menjadi tugas kita semua dalam upaya menyelesaikan permasalahan pencemaran yang disebab oleh tinja yang selama ini menghantui masyarakat banyak". Imbuh Agung.


Merupakan harga diri bagi warga Kota Bandung untuk menjunjung tinggi peradaban yang semestinya hingar bingar yang di penuhi penghargaan sebuah kota yang elok dan menawan. 


Namun di dalamnya masih tersimpan sebuah misteri pencemaran Tinja yang berdampak Stunting bagi generasinya dibalik pemerintah saat ini mengusung Bandung sebagai Kota Layak Sehat.


“Kota Bandung sudah mendapat penghargaan Swasti Saba, di mana angka ODF nya sudah 60 %, sekarang dan 1 tahun ke depan harus bisa mencapai 100%". Jelasnya.


Satgas Citarum Harum Sektor 22 mendorong kepedulian pemerintah untuk meningkatkan kemajuan supaya menyandang sebagai Kota Layak Sehat. “Kenapa kegiatan ini harus dilaksanakan, karena kandungan dari feses dapat menyebabkan stunting (gagal tumbuh anak / kerdil), rentan penyakit, dll". Tutup Serma Agung.


(Sholeh)