Dugaan Pemotongan Dana PIP di SDN Silihwangi, Muspida Pendidikan Kecamatan Serang Panjang Turut Dengar Pendapat
-->

Advertisement Adsense

Dugaan Pemotongan Dana PIP di SDN Silihwangi, Muspida Pendidikan Kecamatan Serang Panjang Turut Dengar Pendapat

60 MENIT
Sabtu, 14 Maret 2026

Kondisi Gedung SDN Silihwangi Serengan Panjang Subang (tim)


60Menit.co.id, Subang | Pencairan dana PIP yang di berikan oleh salah satu Anggota DPR dari partai PAN ke Sekolah Dasar Negri Silihwangi yang berlokasi di jalan Curug Cijalu Desa Cipancar, kecamatan Serengan Panjang kabupaten Subang menuai polemik.


Pasalnya, yang diperuntukan dana yang diberikan oleh Anggota Dewan terpilih (DPR-RI) dari partai PAN sebagai dana Aspirasi untuk siswa pelajar SD Negeri Silihwangi diduga dipotong 60rb dari besaran yang diterima oleh setiap siswa/i sebesar Rp. 450.000.


Pemotongan sebesar 60rb atas dasar dalih untuk memberikan kepada siswa yang tidak mendapatkan 50rb setiap siswa dan 10rb untuk di berikan kepada pihak eksternal sekolah yang disebut sebagai koordinator anggaran yang dari dewan dibenarkan oleh eks Plt Kepsek SD Negeri Silihwangi saat dikonfirmasi jumat (06/03/2026)


“Pemotongan itu untuk diberikan ke empat siswa yang tidak mendapatkan dari 28 siswa, yang dapat PIP itu hanya 24 siswa mas, dari 28 siswa satu kelas,dan yang dapat juga hanya satu kelas mas,” ungkapnya.


Kejelasan perihal permintaan kepada orang tua wali penerima manfaat dana PIP di setujui oleh pihak orang tua murid penerima manfaat. Saat dikonfirmasi Jumat 13 Maret 2026 bertempat di ruangan guru SD Negeri Silihwangi Kecamatan Serang panjang bersama Muspida pendidikan kecamatan Serang Panjang.


Ketua komite sekolah SD Negeri silihwangi Asep N.S memaparkan, bahwa permintaan uang 50rb untuk setiap orang tua murid penerima manfaat adalah hasil Rapat bersama, namun untuk yang 10rb itu di luar pengetahuan kami.


Plt Kepsek Pake kerudung bersama Muspida


Adanya permintaan hasil musyawarah untuk diberikan kepada siswa yang tidak mendapatkan dana PIP dari orang tua siswa penerima manfaat mendapat reaksi dari pemerhati pendidikan.


"Dedi Saudi sebagai Garda DPC Subang organisasi masyarakat Manggala Garuda Putih menjelaskan, bahwa apapun alasan teknik terkait PIP semua harus mengacu kepada aturan," katanya kepada Time wartawan media.


"Terkait polemik yang terjadi di SD Negeri Silihwangi dana PIP yang bersumber dari Aspirasi dewan akan menjadi kajian khusus nanti, Apalagi eks Plt Kepsek yang memiliki kebijakan di duga kuat sudah pernah bermasalah atas kasus yang sama,” tuturnya.


Dedi menambahkan terkait kepsek Yati Nurhayati sebenarnya adalah kepala sekolah SD Negeri Kujangsari kecamatan Serang Panjang Subang dan dari catatan kami kepsek ini sudah pernah bermasalah terkait PIP di SD yang ia pimpin saat ini. Kalau sekarang ada temuan dgn hal yang sama di SDN Silihwangi di mana ibu Yati Nurhayati yang ditugaskan Plt Kepsek, dapat di duga kuat ada kejahatan korporasi di internal mereka.


"Atas informasi yang saat ini, kami terima dari Ormas Manggala Garuda putih akan menelusuri lagi apakah selain PIP ini adakah indikasi penyelewengan dana dana lain yang bersumber dari pemerintah di sekolah yang dipimpin Yati Nurhayati,” pungkas Dedi.


(Tim)