Pemkot Bandung Lantik Anhar Hadian Jadi Kadinkes dan Yorisa Sativa jadi Direktur RSUD Bandung Kiwari
-->

Advertisement Adsense

Pemkot Bandung Lantik Anhar Hadian Jadi Kadinkes dan Yorisa Sativa jadi Direktur RSUD Bandung Kiwari

60 MENIT
Kamis, 17 November 2022

Adegan penandatanganan penetapan Jabatan, Kamis 17/11/2022 (zhovena)

60MENIT.co.id, Bandung | Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan dua orang pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Kamis 17 November 2022.


Dua pimpinan tersebut adalah Anhar Hadian yang dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dan dr. Yorisa Sativa dilantik sebagai Direktur RSUD Bandung Kiwari.


"Pelantikan ini menjadi upaya akselerasi pencapaian target-target program dan kegiatan pembangunan khususnya dalam satu tahun ke depan," ujar Yana.


Menurutnya, masyarakat masih butuh pelayanan dasar yang lebih maksimal, seperti akses terhadap air bersih, sampah, pangan, kesehatan, dan pendidikan.


Ia berpesan, agar para pimpinan tinggi pratama harus menjadi panglima dan berada di barisan terdepan dalam menangani berbagai tantangan di tengah masyarakat.


60menit.co.id


"Dari aspek kehidupan global, kita juga terpengaruh pandemi Covid-19 dengan segala dampaknya. Bahkan, terancam resesi global," ungkapnya.


"Dua pejabat yang dilantik hari ini kita harapkan mampu mengarahkan dan memberikan gagasan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kota Bandung," harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung yang baru dilantik, Anhar Hadian menuturkan, melalui kolaborasi berbagai tantangan kesehatan bisa terselesaikan.


"Ini bukan amanah yang ringan, tapi bukan sesuatu yang tidak mungkin juga untuk dijalankan. Kami berkeyakinan dengan kolaborasi dan arahan dari Wali Kota dan Sekda sebagai pimpinan kami, akan dapat melaksanakan tugas ini dengan sebaik mungkin," ucap Anhar.


60menit.co.id


Jika bicara program prioritas, ia memaparkan, hal pertama yang akan diakselerasi adalah penanganan Covid-19. 


"Saat ini kasusnya sedang naik, sehingga kita harus semaksimal mungkin mengatasi. Apalagi euforia masyarakat untuk kembali ke perilaku dahulu sudah terlihat," jelasnya.


Kedua, vaksinasi Covid-19. Ia mengaku, terasa sekali saat stok vaksin tidak ada, banyak masyarakat yang protes. 


"Namun, sekarang saat vaksin melimpah ternyata pertambahannya tidak begitu signifikan. Ini juga menjadi tantangan lain untuk kami," akunya.


Permasalahan kesehatan lain juga masih menunggu untuk diselesaikan bersama. Antara lain, penyakit tidak menular, stunting, dan ODF. 


(zho/din)