22 Desember 1928 Yogyakarta, Mengenang 97 Tahun Jasa Ibu untuk Negara
-->

Advertisement Adsense

22 Desember 1928 Yogyakarta, Mengenang 97 Tahun Jasa Ibu untuk Negara

60 MENIT
Selasa, 23 Desember 2025

Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong bersama Keluarga (Oki)


60MENIT.co.id, Tana Toraja | Bro Dedy sapaan akrab Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong mengatakan, kita mengenang peristiwa 97 tahun lalu dan menghormati jasa Ibu untuk negara dalam perjuangan kemerdekaan dan peran penting mengisi kemerdekaan dengan pembangunan khususnya pembangunan manusia. 


Kita juga berterima kasih atas kasih tanpa batas seorang ibu untuk keluarga.


"Momentum bersejarah 22 desember 1928  Yogyakarta yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional pada tahun 1959 oleh Presiden Soekarno, yang dinamakan Hari Ibu.


Peringatan Hari Ibu yang ke-97 Tahun 2025 di Kabupaten Tana Toraja(Tator) diperingati dengan suka cita. Perayaan hari Ibu menjadi moment yang sangat Istimewa, karena selain sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ibu dalam kehidupan, juga sebagai refleksi atas kemajuan yang telah dicapai dalam memberdayakan perempuan diberbagai bidang.


“Hari ibu, yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, adalah hari untuk mengenang perjuangan para perempuan indonesia, terutama para Ibu, yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam membangun bangsa ini”, kata Bupati Tator Senin (19/12/24).


Dikatakannya, Ibu bukan hanya sebagai tiang penyangga keluarga, namun juga sebagai pahlawan dalam berbagai peran yang mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari. Ibu-ibu adalah penggerak utama dalam keluarga, masyarakat bahkan negara.


Seperti diketahui bersama, perempuan dan ibu memiliki peranan yang sangat vital, tanpa Ibu, takkan ada generasi penerus bangsa, “Oleh karenanya, kita harus memastikan bahwa setiap ibu mendapatkan perlindungan, penghargaan, serta kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam setiap sektor kehidupan, baik dalam dunia pendidilan, kesehatan, ekonomi, sosial dan politik”, ucapnya.


Bangsa Indonesia dibangun dari fondasi perjuangan para perempuan yang tak pernah lekang semangatnya untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus. Salah satu titik penting perjuangan pergerakan para perempuan di masa pra kemerdekaan dan menjadi tonggak sejarah tersendiri adalah Ketika diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928,di Yogyakarta. Momentum bersejarah tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional pada tahun 1959 oleh Presiden Soekarno, yang dinamakan Hari Ibu. Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan peringatan “Mother’s Day” di beberapa negara di dunia.


“Melalui Peringatan Hari Ibu inilah, kita kembali diingatkan akan pentingnya peran perempuan dalam mencapai tujuan-tujuan bangsa. Di era kekinian, Peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa, agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan”, harapnya.


Hari Ibu, harus menjadi ajang pengingat bagi semua untuk kembali bersatu dan tidak mudah berpuas diri atas kemajuan yang telah diraih. karena perjuangan bersama masih panjang.


Bupati juga berpesan, sangat bangga melihat perempuan-perempuan hebat yang ada di Toraja. Ibu-ibu di Toraja telah menunjukkan kemampuan luar biasa, baik dalam mengelola rumah tangga , berkontribusi di dunia usaha, maupun dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.


"Mereka adalah contoh nyata betapa pentingnya peran ibu dalam pembangunan di daerah. Marilah kita bersama-sama merayakan prestasi perempuan Indonesia, menghargai peran mereka dalam membangun bangsa ini, dan membangun komitmen kita untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan setara bagi semua warga Indonesia tanpa memandang jenis kelamin”, ajaknya.


Ia berharap peran tersebut dapat terus dioptimalkan terutama bergerak bersama pemerintah daerah mengatasi masalah pembangunan untuk melakukan perubahan dan capaian pembangunan didaerah terutama dalam upaya penurunan Kemiskinan, penanganan Stunting, peningkatan pendidikan dan akhlak generasi Penerus di Kabupaten Tana Toraja.  


(sal).