![]() |
| Beberapa foto lokasi pencemaran air limbah di kawasan wisata kapala pitu yang harusnya ramah lingkungan (Oki) |
60MENIT.co.id, Toraja Utara | Menyoal genangan air limbah di wisata Kapalapitu warga sebut akibat saluran got yang tersumbat.
Area wisata Kapalapitu (Kapi) di Toraja Utara memang harus ditertibkan terutama pada zona pemukiman dengan membangun kesadaran masyarakat lokal menata lingkungan tempat tinggal mereka. Pasalnya, dari pantauan di lapangan, di beberapa titik ditemukan kandang babi warga dibangun di tepi jalan yang harusnya menjadi selokan.
“Saya sudah sampaikan ke camat pak kalau bisa kita bikin surat himbauan kepada warga masyarakat disini untuk menjaga lingkungan tempat tinggal mereka. Seperti kandang babi warga, kita minta agar tidak dibangun dekat dari jalan. Coba lihat ini pak malah dibangun di atas selokan padahal di sini kawasan wisata kapala pitu yang harusnya ramah lingkungan,” ujar Sekretaris Camat Kapala Pitu, Yusuf Kambuno Sarira, ketika ditemui di Kapala Pitu, Selasa, 21 April 2026.
![]() |
| Suasana di lapangan kerja lokasi kawasan wisata Kapalapitu. |
Wartawan 60Menit.com, Tommy Tiranda dan Acong atau akrab disapa Salmon, kebetulan melintas di kawasan wisata Kapala Pitu dan melihat langsung kondisi yang ada. Tampak genangan air masuk di badan jalan poros jalan lingkar Pongtorra’, tidak jauh dari SMA Negeri 10 dan Kantor Camat Kapala Pitu serta Batara White House. Cek percek air mengalir dari arah hotel Batara namun salurannya tersumbat diduga akibat adanya tanah atau lumpur buangan dari aktivitas alat berat yg di gunakan Pak camat untuk membuat jalan dan meratakan lokosi yang rencana akan dibangun rumah
Camat Kapi sendiri, Yusuf Ratte Patoding, sedang tidak di tempat ketika kedua jurnalis berada di lokasi. Pemerintah Kecamatan dan Masyarakat Kapala Pitu berharap Pemda melalui Bupati Toraja Utara dengan dukungan DPRD setempat dapat mengabulkan dan merealisasikan usulan yang ada guna menyokong wisata Kapala Pitu. Tujuannya untuk peningkatan pariwisata agar mampu menambah kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Toraja Utara. Karena itu, salah satu akses yang dapat menambah pesona wisata Kapala Pitu seperti jalan lingkar Pongtorra’, sepatutnya mendapat perhatian Pemda Torut.
(sal)




