Diam Seribu Bahasa RSUD Subang Terkesan Tutup Mata Soal Kasus Salah Obat, Keluarga Korban Tuntut Copot Direkturnya
-->

Advertisement Adsense

Diam Seribu Bahasa RSUD Subang Terkesan Tutup Mata Soal Kasus Salah Obat, Keluarga Korban Tuntut Copot Direkturnya

60menit.com
Jumat, 28 Agustus 2026

Ruang Kantor Direktur RSUD Subang tampak tertutup rapat (team)


60MENIT.co.id, Subang | Kasus yang salah pemberian obat oleh farmasi RSUD Subang kepada pasien berinisial BNY hingga kini belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit. Keluarga korban menyatakan kekecewaan karena sampai hari ini tidak ada itikad baik dari Direktur RSUD untuk menjelaskan duduk perkara. Padahal klarifikasi penting untuk menjawab apakah kejadian tersebut murni kelalaian atau ada unsur, Jum'at (28/08/2026).


Minimnya tanggung jawab RSUD menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat subang. Seharusnya rumah sakit milik pemerintah menjadi garda terdepan dalam menjamin keselamatan pasien. Namun sikap yang ditunjukkan justru sebaliknya. Pihak RSUD terkesan bungkam dan "cuek seperti wajah tanpa dosa". Padahal kesalahan dalam pemberian obat oleh farmasi adalah kelalaian fatal yang bisa berujung pada hilangnya nyawa.


Keluarga korban menegaskan bahwa ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya pada 26 Agustus 2026, pihak keluarga sudah mendatangi RSUD untuk meminta penjelasan, namun jawaban yang diberikan dinilai mengambang dan tidak jelas. Lebih miris lagi, kejadian serupa juga pernah menimpa paman BNY di rumah sakit yang sama. "Ada saksi, seorang satpam RSUD yang melihat langsung kejadian tersebut," tegas Febi keluarga korban.


Atas dasar itu, Kami Mendesak Bapak Gubernur Jawa Barat KDM, Bupati Subang, dan Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten untuk segera turun tangan. Kami menuntut 3 hal: Pertama, Klarifikasi terbuka kepada publik. Kedua, Evaluasi dan penggantian Direktur RSUD Subang. Ketiga, Sanksi tegas dan audit menyeluruh terhadap SOP pelayanan dan farmasi RSUD. Rumah sakit yang dibiayai uang rakyat harus dipimpin orang yang bertanggung jawab.


"Nyawa warga Subang bukan untuk dijadikan bahan uji coba kelalaian. RSUD ini milik rakyat, dibiayai uang rakyat. Masa saya harus diracuni oleh pemberian obat yang salah," ketusnya.


Dengan nada kecewa. Keluarga korban khawatir jika tidak ada tindakan tegas, maka korban berikutnya akan kembali berjatuhan dan presiden buruk ini akan terus terulang. Bahkan bny pernah duduk bareng denga staf Rumah sakit namun hasilnya tidak jelas. " kejadia salah obat ini bukan sama bny saja, pernah menimpa pamanya dengan hal yang sama. 


Sementara team awak media saat hendak konfirmasi ke direktur RSUD, Jumat pagi 28/8/2026. Direktur tidak ada di tempat, kata satpam.


(Team)