![]() |
| Dadan, Sekretaris DPD Paguyuban Sundawani Wirabuana Subang (ridho) |
60MENIT.co.id, Subang | Sekretaris Paguyuban Sundawani Wirabuana DPD Subang, Dadan, melontarkan kritik tajam terhadap jajaran pemangku kebijakan di Kabupaten Subang, Senin (18/08/2026).
Memaknai momentum kemerdekaan, Dadan menilai esensi kemerdekaan yang sesungguhnya di kabupaten subang belum dirasakan oleh rakyat akibat sikap para pejabat daerah yang terkesan anti-kritik dan "pura-pura buta serta tuli" terhadap aspirasi masyarakat.
Dadan menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sebatas seremonial atau kibaran bendera semata, melainkan hadirnya kebebasan bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi serta kewajiban bagi pimpinan daerah untuk mendengar dan meresponsnya secara langsung.
Sikap Anti-Kritik dan komunikasi mampet
Menurut Dadan, realita di lapangan menunjukkan pola kepemimpinan yang enggan berhadapan langsung dengan rakyat ketika gelombang protes terjadi.
Mengabaikan pengunjuk rasa: Setiap kali aliansi masyarakat atau mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di lapangan untuk menyampaikan aspirasi, orang nomor satu di Kabupaten subang kerap tak pernah menemui massa.
Hanya merespons di media sosial: Sikap pejabat yang hanya memberikan respons atau klarifikasi melalui unggahan media sosial dinilai tidak menyelesaikan akar masalah," ucap Dadan
Tidak Ada Komunikasi Dua Arah: Langkah merespons via media sosial dinilai sekadar pencitraan satu arah tanpa membuka ruang dialog transparan dan konstruktif.
"Makna kemerdekaan itu adalah ketika suara rakyat didengar dan dihargai. Jika pengunjuk rasa yang datang membawa aspirasi justru diabaikan dan pimpinan daerah hanya berani bersuara lewat media sosial, itu menandakan tidak adanya komunikasi dua arah.
Pemangku kebijakan seolah pura-pura buta dan tuli terhadap realitas di masyarakat," tegas Dadan.
Desakan untuk Pemkab $ubang
Paguyuban Sundawani Wirabuana DPD Subang mendesak pemerintah kabupaten subang untuk menghentikan pola kepemimpinan yang alergi terhadap kritik.
Dadan meminta Bupati dan jajaran pejabat terkait untuk berani duduk bersama masyarakat, membuka ruang dialog langsung, serta menjadikan kritik dari massa sebagai bahan evaluasi demi kemajuan Kabupaten Subang, pungkas Dadan.
(Ridho)



